Speech Delay pada Anak: Tanda Awal Sesuai Usia dan Kapan Bunda Perlu Bertindak

Syafaria Hadyandari
8 Min Read
Ibu mengamati perkembangan bicara balita saat bermain bersama.
Ibu mengamati perkembangan bicara balita saat bermain bersama.

HALLOBUNDA.CO – Setiap anak berkembang dengan kecepatannya sendiri. Namun ketika si Kecil belum banyak mengucapkan kata, Bunda mungkin bertanya: apakah ini masih bagian dari variasi perkembangan, atau sudah termasuk tanda speech delay? Memahami tonggak perkembangan bahasa dapat membantu Bunda mengambil langkah yang tepat tanpa terburu-buru memberi label.

Speech delay umumnya merujuk pada keterlambatan perkembangan kemampuan bicara dibandingkan yang diharapkan pada usia anak. Kesulitan komunikasi juga dapat melibatkan bahasa, yaitu kemampuan memahami dan menggunakan kata atau kalimat. Karena itu, penilaian tidak cukup hanya menghitung jumlah kata: pemahaman, gestur, interaksi, pendengaran, dan perkembangan kemampuan dari waktu ke waktu juga penting.

Baca Juga  Dari Satu Kata Jadi Banyak Cerita: Cara Mendukung Kata Pertama dan Kosakata Anak

Apa Perbedaan Bicara dan Bahasa?

Bicara berkaitan dengan produksi suara, pengucapan, dan kelancaran. Bahasa mencakup kemampuan memahami pesan (reseptif) serta menyampaikan kebutuhan dan gagasan (ekspresif), baik melalui kata, gestur, maupun cara komunikasi lain. Anak yang memahami instruksi tetapi belum dapat menyampaikan banyak kata tetap perlu dipantau; pemahaman yang baik tidak otomatis menyingkirkan kemungkinan keterlambatan bahasa ekspresif.

Tanda yang Perlu Dipantau Berdasarkan Usia

Panduan di bawah merangkum contoh milestone komunikasi dari CDC dan ASHA. Milestone adalah keterampilan yang umumnya dicapai sebagian besar anak pada usia tertentu, bukan alat diagnosis. Jika suatu kemampuan belum tampak, diskusikan dengan dokter anak; jangan menunggu sampai seluruh tanda muncul.

Baca Juga  10 Menit Ngobrol Berkualitas: 7 Cara Membuat Anak Lebih Aktif Berkomunikasi

Sekitar 12–18 bulan

Perhatikan apakah anak menggunakan gestur seperti menunjuk atau melambaikan tangan, mencoba menyebut orang atau benda yang dikenal, dan merespons komunikasi sehari-hari. Pada usia 15 bulan, CDC mencantumkan upaya mengucapkan satu atau dua kata selain “mama” atau “dada”; pada 18 bulan, tiga kata atau lebih selain panggilan tersebut. Bila respons terhadap suara atau nama meragukan, pemeriksaan pendengaran perlu dipertimbangkan.

Sekitar 2 tahun

CDC mencantumkan kemampuan menggabungkan setidaknya dua kata, misalnya “mau susu”, sebagai salah satu milestone usia 2 tahun. Bunda juga dapat memperhatikan apakah anak menunjuk gambar yang diminta dan menggunakan komunikasi untuk meminta bantuan. Tidak adanya gabungan dua kata atau kesulitan memahami komunikasi sederhana patut dibicarakan dengan tenaga kesehatan.

Baca Juga  Anak Mengerti Semua tapi Jarang Bicara? Begini Cara Memancing Bahasa Ekspresifnya

Sekitar 3 tahun

Pada usia ini, banyak anak sudah dapat melakukan percakapan bolak-balik sederhana, mengajukan pertanyaan seperti siapa atau apa, serta menyebut nama depan. Ucapan belum tentu sempurna, tetapi orang lain biasanya semakin mudah memahami maksudnya. Kesulitan berkomunikasi dua arah atau perkembangan yang tidak bertambah perlu dievaluasi.

Sekitar 4–5 tahun

Kemampuan bahasa biasanya berkembang menjadi kalimat yang lebih panjang, bercerita tentang pengalaman, menjawab pertanyaan, dan mengikuti percakapan. Pada usia 4 tahun, CDC mencantumkan kalimat empat kata atau lebih; pada 5 tahun, anak umumnya dapat bercerita dengan setidaknya dua peristiwa. Kesulitan yang nyata dalam memahami, menjawab, atau menyampaikan cerita layak dikonsultasikan.

Share this Article
Reading: Speech Delay pada Anak: Tanda Awal Sesuai Usia dan Kapan Bunda Perlu Bertindak