Dua Arah Bahasa Anak: 6 Cara Mengenali Kemampuan Reseptif dan Ekspresif

Syafaria Hadyandari
6 Min Read
Bahasa reseptif dan ekspresif anak saat berinteraksi dengan orang tua
Bahasa reseptif dan ekspresif anak saat berinteraksi dengan orang tua

HALLOBUNDA.CO – Saat Bunda berkata, “Ambil sepatu lalu taruh di dekat pintu,” si Kecil mungkin langsung melakukannya. Di waktu lain, ia menunjuk gelas sambil berkata, “Mau minum.” Dua situasi sederhana ini memperlihatkan dua sisi penting dalam perkembangan komunikasi: memahami pesan dan menyampaikan pesan. Keduanya dikenal sebagai bahasa reseptif dan ekspresif.

Bahasa tidak hanya tentang seberapa banyak kata yang dapat diucapkan anak. American Speech-Language-Hearing Association (ASHA) menjelaskan bahwa bahasa mencakup kemampuan memahami sekaligus menggunakan sistem komunikasi. Karena itu, melihat perkembangan bahasa anak akan lebih utuh jika orang tua memperhatikan apa yang anak pahami, bagaimana ia merespons, dan bagaimana ia menyampaikan kebutuhan atau gagasan.

Baca Juga  Stimulasi Oromotor Ringan: 10 Aktivitas Fungsional yang Aman dan Bermakna

Apa Bedanya Bahasa Reseptif dan Ekspresif?

Bahasa reseptif adalah kemampuan menerima dan memahami bahasa. Dalam keseharian, bentuknya dapat terlihat ketika anak menoleh saat namanya dipanggil, menunjuk benda yang diminta, memahami pertanyaan sederhana, atau mengikuti instruksi sesuai tahap perkembangannya.

Bahasa ekspresif adalah kemampuan menyampaikan pesan. Anak dapat mengekspresikan diri melalui kata, gabungan kata, kalimat, tulisan, tanda, gestur, atau sistem komunikasi lain. Jadi, kemampuan ekspresif tidak semata-mata dinilai dari “banyak bicara”, tetapi dari bagaimana anak menggunakan komunikasi untuk menyampaikan maksud.

Perkembangan keduanya saling berkaitan, tetapi tidak selalu tampak seimbang pada setiap anak. Karena variasi perkembangan cukup luas, satu contoh perilaku saja tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan adanya keterlambatan bahasa.

Baca Juga  Mengajarkan Menggunakan Sumpit Sedini Mungkin, si Kecil Akan Mendapatkan 5 Manfaat Ini

6 Cara Mengamati dan Menstimulasi Dua Sisi Bahasa Anak

1. Mainkan permainan “ambil dan taruh”

Mulai dengan instruksi sederhana seperti “Ambil bola” lalu tingkatkan menjadi dua langkah ketika sesuai kemampuan anak, misalnya “Ambil bola dan taruh di kotak.” Aktivitas ini memberi kesempatan mengamati pemahaman bahasa tanpa menjadikannya seperti tes.

2. Beri pilihan yang bisa dijawab

Tawarkan dua pilihan: “Mau pisang atau apel?” Tunggu beberapa detik agar anak punya kesempatan merespons dengan menunjuk, bersuara, atau berkata. Bunda dapat memodelkan kata yang tepat tanpa memaksa anak mengulang.

3. Gunakan buku bergambar

Tanyakan “Mana kucing?” untuk memberi kesempatan anak menunjukkan pemahaman. Setelah itu, lanjutkan dengan “Kucingnya sedang apa?” bila kemampuan anak sudah memungkinkan. Satu halaman dapat melatih sisi reseptif sekaligus ekspresif.

Baca Juga  Ngeri! Usai Dibully Teman Sekolah, Kaki Anak Laki-laki Ini Harus Diamputasi
Share this Article
Reading: Dua Arah Bahasa Anak: 6 Cara Mengenali Kemampuan Reseptif dan Ekspresif