Dua Arah Bahasa Anak: 6 Cara Mengenali Kemampuan Reseptif dan Ekspresif

Syafaria Hadyandari
6 Min Read
Bahasa reseptif dan ekspresif anak saat berinteraksi dengan orang tua
Bahasa reseptif dan ekspresif anak saat berinteraksi dengan orang tua
MEMAHAMI (reseptif) ↔ MENYAMPAIKAN (ekspresif)
MEMAHAMI (reseptif) ↔ MENYAMPAIKAN (ekspresif)

4. Perluas ucapan anak, bukan mengoreksi terus

Jika anak berkata “mobil merah”, Bunda dapat menanggapi, “Iya, mobil merahnya jalan cepat.” Anak mendengar model bahasa yang sedikit lebih panjang dalam percakapan yang alami.

5. Sisakan waktu untuk menjawab

Orang dewasa sering tanpa sadar menjawab terlalu cepat. Setelah bertanya, beri jeda beberapa detik. Waktu tunggu memberi anak kesempatan memproses pesan dan merencanakan respons.

6. Amati pola, bukan satu momen

Perhatikan komunikasi anak saat bermain, makan, membaca, dan berinteraksi dengan orang yang familiar. Catatan sederhana tentang hal yang sudah dipahami dan cara anak mengekspresikan diri dapat membantu saat berdiskusi dengan dokter atau profesional bila ada kekhawatiran.

Milestone Bukan Perlombaan

CDC menggunakan milestone sebagai keterampilan yang dilakukan sebagian besar anak pada usia tertentu, bukan sebagai alat diagnosis. Sebagai contoh, pada usia 2 tahun milestone bahasa/komunikasi mencakup menunjuk benda di buku ketika diminta dan menggabungkan setidaknya dua kata. Pada usia 3 tahun, contoh milestone mencakup percakapan dengan setidaknya dua kali pertukaran dan menyebutkan aksi pada gambar ketika ditanya.

Baca Juga  10 Menit Ngobrol Berkualitas: Rutinitas Sederhana agar Anak Makin Banyak Bercerita

Jika anak kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki, tidak mencapai satu atau lebih milestone, atau Bunda memiliki kekhawatiran tentang cara anak memahami maupun menggunakan bahasa, diskusikan lebih awal dengan dokter anak atau profesional terkait. Pemantauan perkembangan membantu orang tua mendapatkan gambaran yang lebih lengkap, bukan memberi label pada anak.

Dua Kemampuan, Satu Tujuan: Komunikasi yang Bermakna

Bahasa reseptif membantu anak memahami dunia yang disampaikan melalui bahasa, sedangkan bahasa ekspresif membantunya menyampaikan kebutuhan, pikiran, dan pengalaman. Stimulasi terbaik tidak harus berbentuk latihan formal. Percakapan saat makan, bermain, membaca buku, atau membereskan mainan dapat menjadi kesempatan belajar ketika orang tua mengikuti minat anak, memberi model bahasa, dan menyediakan waktu untuk merespons.

Baca Juga  Siap Masuk Sekolah Bukan Cuma Bisa Baca: 7 Tanda Kesiapan Anak yang Perlu Dilatih

Bunda dapat melanjutkan dengan artikel Hallo Bunda tentang membaca buku interaktif atau latihan meniru bunyi untuk menambah ide stimulasi bahasa yang ringan dalam rutinitas sehari-hari.

FAQ (People Also Ask)

Apa itu bahasa reseptif pada anak?

Bahasa reseptif adalah kemampuan menerima dan memahami pesan, misalnya memahami kata, pertanyaan, atau instruksi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Apa itu bahasa ekspresif pada anak?

Bahasa ekspresif adalah kemampuan menyampaikan pesan melalui bicara, tulisan, tanda, gestur, atau bentuk komunikasi lain.

Apakah bahasa reseptif selalu berkembang lebih dulu daripada ekspresif?

Kemampuan memahami dan mengekspresikan bahasa berkembang saling berkaitan, tetapi profil setiap anak dapat berbeda. Perkembangan sebaiknya dilihat sebagai pola dari waktu ke waktu, bukan dari satu kemampuan saja.

Baca Juga  Anak Suka Bersuara? 7 Permainan Meniru Bunyi untuk Mendorong Komunikasi

Bagaimana cara melatih bahasa reseptif anak?

Gunakan instruksi sederhana dalam rutinitas, membaca buku sambil meminta anak menunjuk gambar, serta permainan mencari atau mengambil benda sesuai arahan.

Bagaimana cara menstimulasi bahasa ekspresif anak?

Berikan pilihan, komentari aktivitas anak, perluas ucapan yang sudah muncul, gunakan buku bergambar, dan beri waktu anak untuk merespons tanpa terus-menerus meminta ia mengulang.

Kapan orang tua perlu berkonsultasi?

Diskusikan dengan dokter atau profesional jika anak kehilangan kemampuan yang pernah dimiliki, tidak mencapai milestone perkembangan, atau orang tua memiliki kekhawatiran tentang pemahaman maupun penggunaan bahasa anak.

Share this Article
Reading: Dua Arah Bahasa Anak: 6 Cara Mengenali Kemampuan Reseptif dan Ekspresif