Dari Satu Kata ke Dua Kata: 7 Cara Membantu Anak Mulai Merangkai Ucapan

Syafaria Hadyandari
8 Min Read
Ibu membantu anak merangkai dua kata saat bermain
Ibu membantu anak merangkai dua kata saat bermain

HALLOBUNDA.CO – Ada momen yang menyenangkan ketika si Kecil mulai menyebut “mama”, “mau”, “bola”, atau nama benda favoritnya. Setelah kata-kata pertama muncul, tahap berikutnya bukan sekadar menghafal lebih banyak kosakata. Anak secara bertahap belajar menghubungkan kata untuk menyampaikan makna yang lebih lengkap, misalnya dari “susu” menjadi “mau susu”, atau dari “mobil” menjadi “mobil jalan”.

Transisi dari satu kata menuju kombinasi kata merupakan bagian penting perkembangan bahasa. CDC mencatat bahwa pada usia 18 bulan sebagian besar anak mencoba mengatakan tiga kata atau lebih selain “mama” atau “dada”. Pada usia 2 tahun, salah satu milestone bahasa-komunikasi adalah mengatakan setidaknya dua kata bersama, misalnya “more milk”. Milestone menggambarkan kemampuan yang dilakukan sebagian besar anak pada usia tertentu dan bukan alat diagnosis.

Baca Juga  Bermain Jadi Lebih Bermakna: 10 Permainan Peran untuk Melatih Bahasa dan Emosi Anak

Mengapa Menggabungkan Kata Lebih Penting daripada Sekadar Menghafal Banyak Kata?

Kosakata adalah bahan baku, tetapi bahasa membutuhkan kemampuan menghubungkan kata dengan maksud. Ketika anak mengatakan “mau bola”, ia sudah menggabungkan keinginan dan objek. Saat mengatakan “ayah pergi”, ia menghubungkan pelaku dan tindakan. Kombinasi sederhana inilah yang nantinya berkembang menjadi kalimat yang lebih panjang.

ASHA mencantumkan bahwa pada rentang 19–24 bulan anak dapat mulai menggabungkan dua kata atau lebih. ASHA juga menyarankan orang tua menambahkan informasi pada kata yang sudah diucapkan anak. Jika anak berkata “mobil”, orang tua dapat merespons, “Iya, mobil merah,” atau “Mobil jalan.” Cara ini disebut perluasan atau expansion dan dapat dilakukan tanpa menjadikan percakapan seperti sesi tes.

Baca Juga  Cara Menstimulasi Oromotor Anak lewat Makan, Minum, Bunyi, dan Bermain

7 Cara Membantu Anak Beralih dari Satu Kata ke Dua Kata

1. Tambahkan satu kata dari ucapan anak

Gunakan prinsip sederhana: ucapan anak + satu kata. Jika anak berkata “kucing”, Bunda dapat menjawab “kucing tidur”. Jika anak berkata “mau”, lanjutkan dengan “mau pisang”. Model pendek lebih mudah ditangkap daripada kalimat panjang. Anak tidak harus langsung meniru; ia sedang mengumpulkan contoh bagaimana kata dapat dirangkai.

2. Gunakan kombinasi kata yang fungsional

Prioritaskan frasa yang berguna dalam kehidupan sehari-hari, seperti “mau lagi”, “buka pintu”, “ambil bola”, “mama sini”, “air habis”, atau “adik tidur”. Kata yang sering dipakai dalam konteks nyata biasanya memiliki makna yang lebih kuat daripada daftar kosakata yang dihafalkan tanpa konteks.

Baca Juga  Bunda Wajib Tahu! Ini 5 Cara Mendidik Anak agar Menghormati Orang Tua dan Sesama

3. Beri pilihan, lalu modelkan dua kata

Saat menawarkan camilan, tanyakan “Mau pisang atau roti?” Jika anak menjawab “pisang”, respons dengan “mau pisang”. Saat memilih mainan, “mobil atau bola?” lalu modelkan “mau mobil”. Hindari menahan benda terlalu lama demi memaksa anak mengulang.

4. Manfaatkan rutinitas yang berulang

Waktu makan, mandi, berpakaian, bermain, dan beres-beres adalah laboratorium bahasa yang sangat kaya. Saat mandi, gunakan “air hangat”, “sabun tangan”, atau “cuci kaki”. Ketika bermain, gunakan “bola jatuh”, “mobil cepat”, dan “boneka tidur”. Pengulangan membantu anak mengenali pola tanpa perlu lembar latihan.

Share this Article
Reading: Dari Satu Kata ke Dua Kata: 7 Cara Membantu Anak Mulai Merangkai Ucapan