Bermain Sambil Belajar Bunyi: 7 Aktivitas Ringan untuk Mendukung Artikulasi Anak

Syafaria Hadyandari
9 Min Read
Ibu dan anak bermain bunyi untuk stimulasi artikulasi
Ibu dan anak bermain bunyi untuk stimulasi artikulasi

HALLOBUNDA.CO – Ketika si Kecil berkata “tucing” untuk “kucing” atau masih kesulitan mengucapkan beberapa bunyi, Bunda mungkin ingin segera mengajaknya berlatih. Namun perkembangan bunyi bicara berlangsung bertahap. Sebagian kesalahan pengucapan masih dapat muncul ketika anak sedang membangun koordinasi gerak bicara dan mempelajari sistem bunyi bahasa yang ia dengar setiap hari.

Artikulasi berkaitan dengan bagaimana bunyi ujaran diproduksi. Dalam praktik klinis, kesulitan bunyi bicara juga dapat melibatkan pola fonologis, persepsi bunyi, atau faktor lain. American Speech-Language-Hearing Association (ASHA) menyebut speech sound disorders sebagai kesulitan pada persepsi, produksi motorik, atau representasi fonologis bunyi bicara. Karena penyebab dan pola kesalahannya dapat berbeda, latihan terapi tidak sebaiknya ditentukan hanya dari satu bunyi yang terdengar kurang jelas.

Baca Juga  7 Cara Membuat Buku Jadi Percakapan untuk Melatih Bahasa Anak

Stimulasi Artikulasi di Rumah Bukan Berarti “Drilling”

Stimulasi di rumah paling bermanfaat ketika menjadi bagian dari komunikasi yang menyenangkan. ASHA menyarankan orang tua memberi model bunyi yang benar saat berbicara dan tidak terus-menerus mengoreksi bunyi anak. Artinya, Bunda dapat memperbanyak contoh ucapan yang jelas tanpa membuat setiap percakapan terasa seperti ujian.

Misalnya, ketika anak berkata “api” untuk “sapi”, respons yang natural adalah, “Iya, sapinya makan rumput,” bukan meminta anak mengulang kata “sapi” berkali-kali. Anak tetap mendapat model bunyi yang benar sekaligus merasa bahwa pesannya didengar.

7 Aktivitas Ringan untuk Mendukung Kejelasan Bunyi

1. Berburu bunyi di sekitar rumah

Pilih satu bunyi yang mudah ditemukan dalam kata sehari-hari, lalu cari benda atau gambar yang memiliki bunyi tersebut. Misalnya bunyi /m/ pada “mama”, “makan”, atau “mobil”. Sebutkan kata secara natural saat bermain. Tidak perlu meminta anak menghasilkan bunyi dengan sempurna; tujuan awalnya adalah memperbanyak kesempatan mendengar dan memperhatikan bunyi.

Baca Juga  Dari Menunjuk ke Mengucap: Cara Membantu Anak yang Sudah Paham tetapi Belum Bicara

2. Meniru bunyi kendaraan dan hewan

Bunyi seperti “mmm”, “beep-beep”, “brum”, “meong”, atau “mbee” dapat menjadi permainan vokal yang ringan. Bunda dapat bergantian meniru bunyi, lalu menghubungkannya dengan kata: “Brum, mobil jalan!” Aktivitas bergiliran juga melatih perhatian dan komunikasi dua arah.

3. Main cermin sambil membuat ekspresi

Gunakan cermin untuk mengamati wajah saat tersenyum, membuka mulut, atau mengucapkan kata sederhana. Bunda boleh memperlihatkan bagaimana bibir bergerak ketika berbicara, tetapi hindari memegang atau memosisikan lidah anak secara paksa. Gerakan spesifik untuk terapi perlu disesuaikan dengan hasil asesmen profesional.

4. Tebak gambar dengan kata pendek

Siapkan gambar benda yang familiar dan mudah disebut, misalnya bola, buku, topi, nasi, atau susu. Bunda dapat menyebutkan nama gambar terlebih dahulu, kemudian bermain tebak gambar. Jika anak menjawab dengan bunyi yang belum tepat, ulangi kata dengan benar dalam kalimat tanpa memberi komentar negatif.

Baca Juga  Anak Paham Instruksi tapi Belum Banyak Bicara? Ini yang Perlu Bunda Amati
Share this Article
Reading: Bermain Sambil Belajar Bunyi: 7 Aktivitas Ringan untuk Mendukung Artikulasi Anak