HALLOBUNDA.CO – “Ambil sepatu lalu taruh di dekat pintu,” dan si Kecil melakukannya. Ia juga bisa menunjuk benda yang Bunda sebut, memahami rutinitas, bahkan bereaksi tepat saat diajak bicara. Namun ketika diminta menyampaikan keinginan dengan kata, jawabannya masih sangat sedikit. Situasi seperti ini sering membuat orang tua bertanya: kalau anak sudah paham instruksi, mengapa ia belum banyak bicara?
Memahami bahasa dan menggunakan bahasa untuk menyampaikan pesan berkembang saling berkaitan, tetapi kecepatannnya tidak selalu sama. NIDCD menjelaskan bahwa anak yang kesulitan memahami ucapan orang lain mengalami masalah pada bahasa reseptif, sedangkan kesulitan membagikan pikiran melalui bahasa berkaitan dengan bahasa ekspresif. Artinya, anak dapat menunjukkan pemahaman yang cukup baik sementara kemampuan mengucapkan kata atau menyusun kalimat masih tertinggal. Kondisi tersebut tetap perlu dilihat dalam konteks usia dan perkembangan komunikasi secara keseluruhan.
Paham Instruksi Adalah Sinyal Positif, tetapi Bukan Satu-satunya Patokan
Kemampuan mengikuti instruksi memberi informasi bahwa anak menangkap sebagian pesan yang didengar. Namun perkembangan komunikasi tidak dinilai hanya dari satu kemampuan. Orang tua juga perlu mengamati respons terhadap suara dan nama, penggunaan gestur, perhatian bersama, usaha meniru bunyi, pertambahan kosakata, kemampuan menggabungkan kata, interaksi sosial, serta apakah keterampilan tersebut terus berkembang.
Sebagai gambaran, checklist NIDCD menyebut bahwa pada rentang 1–2 tahun anak umumnya mulai mengikuti perintah sederhana, memahami pertanyaan sederhana, memperoleh kata baru secara teratur, menggunakan pertanyaan satu atau dua kata, dan menggabungkan dua kata. CDC juga mencantumkan bahwa pada usia 18 bulan kebanyakan anak mencoba mengatakan setidaknya tiga kata selain “mama” atau “dada”; pada usia 2 tahun anak mulai mengatakan sedikitnya dua kata bersama; dan sekitar 30 bulan banyak anak memiliki sekitar 50 kata serta menggabungkan dua kata atau lebih dengan kata tindakan. Milestone bukan alat diagnosis, tetapi dapat membantu menentukan kapan kekhawatiran perlu dibicarakan dengan tenaga profesional.