Anak Belum Banyak Bicara? Kenali Tahap Kata Pertama dan Cara Menstimulasinya

Syafaria Hadyandari
11 Min Read
ibu mendampingi anak mengucapkan kata pertama saat bermain di rumah
Ibu mendampingi anak mengucapkan kata pertama saat bermain di rumah

HALLOBUNDA.CO – Mendengar si Kecil mengucapkan kata pertama sering menjadi momen yang ditunggu keluarga. Ada bayi yang lebih dulu mengatakan “mama”, ada yang menyebut benda kesukaannya, dan ada pula yang menggunakan potongan bunyi seperti “num” untuk minum. Wajar bila Bunda bertanya, kapan anak mulai bicara dan berapa banyak kata yang seharusnya ia miliki? Jawabannya tidak dapat ditentukan dari satu angka saja. Perkembangan bahasa berlangsung bertahap, dimulai jauh sebelum kata pertama terdengar, dan setiap anak dapat menunjukkan pola kemajuan yang berbeda.

Kata pertama bukan sekadar bunyi yang terdengar mirip kata. Sebuah ucapan biasanya dianggap bermakna ketika anak menggunakannya secara konsisten untuk orang, benda, atau maksud tertentu. Misalnya, “mam” selalu digunakan saat meminta makan atau “pus” dipakai ketika melihat kucing. Pelafalannya belum harus sempurna. Yang lebih penting adalah adanya hubungan antara bunyi dan makna serta kemauan anak untuk berkomunikasi.

Baca Juga  Selalu Waspada Bunda! 5 Film Kartun ini Jangan Sampai Ditonton Oleh si Kecil

Kapan Anak Mulai Mengucapkan Kata Pertama?

Banyak anak mulai menggunakan kata bermakna sekitar akhir tahun pertama hingga pertengahan tahun kedua kehidupannya. CDC mencantumkan bahwa pada usia 1 tahun, salah satu milestone komunikasi adalah memanggil orang tua dengan “mama”, “dada”, atau nama khusus lain. Pada 15 bulan, sebagian besar anak mencoba mengatakan satu atau dua kata selain “mama” atau “dada”, sedangkan pada 18 bulan mereka mencoba mengatakan tiga kata atau lebih selain panggilan untuk orang tua.

Milestone menggambarkan kemampuan yang dapat dilakukan oleh sebagian besar anak pada usia tertentu. Milestone bukan batas kelulusan dan tidak berarti semua anak harus menghasilkan jumlah kata yang sama tepat pada hari ulang tahunnya. NIDCD menekankan bahwa perkembangan bicara dan bahasa memiliki urutan alami, tetapi kecepatannya dapat bervariasi. Karena itu, orang tua sebaiknya mengamati keseluruhan komunikasi: apakah anak menoleh pada suara, melakukan kontak sosial, menggunakan gestur, memahami kata sederhana, menunjuk, meniru bunyi, dan menunjukkan kemajuan dari waktu ke waktu.

Baca Juga  Stimulasi Artikulasi Sederhana: 7 Aktivitas untuk Membantu Ucapan Anak Lebih Jelas

Bahasa Dimulai Sebelum Anak Bisa Bicara

Sebelum mengucapkan kata pertama, bayi sudah belajar melalui tatapan, suara, sentuhan, gerakan tubuh, dan percakapan bergantian. Saat bayi bersuara lalu Bunda menjawab, ia mempelajari pola dasar komunikasi: satu orang menyampaikan pesan, orang lain merespons, kemudian giliran kembali berganti. Ocehan seperti “ba-ba” atau “ma-ma” juga membantu bayi berlatih menggerakkan bibir, lidah, dan rahang sambil mendengarkan bunyi bahasa di sekitarnya.

Kemampuan memahami bahasa atau bahasa reseptif sering terlihat sebelum kemampuan mengucapkan kata. Bayi mungkin menoleh ketika namanya dipanggil, berhenti sebentar saat mendengar “tidak”, mencari benda yang disebutkan, atau mengikuti instruksi sederhana dengan bantuan gestur. Fondasi pemahaman inilah yang kemudian mendukung bahasa ekspresif: penggunaan gestur, bunyi, kata, dan kalimat untuk menyampaikan kebutuhan serta pikiran.

Baca Juga  Jangan Anggap Sepele! Abses Retrofaring Bisa Berbahaya Bagi si Kecil, Ini 10 Gejalanya
Share this Article
Reading: Anak Belum Banyak Bicara? Kenali Tahap Kata Pertama dan Cara Menstimulasinya