5 Cara Menambah Kosakata Anak Secara Alami
1. Narasikan rutinitas tanpa berbicara terus-menerus
Gunakan kalimat singkat saat mandi, makan, berpakaian, atau membereskan mainan: “Air hangat”, “Pakai kaus”, “Sendok masuk laci”. Beri jeda agar anak dapat menatap, menunjuk, bersuara, atau merespons. Tujuannya adalah percakapan, bukan monolog.
2. Gunakan pilihan sederhana
Alih-alih pertanyaan yang terlalu terbuka, berikan dua pilihan nyata: “Mau apel atau pisang?” Tunjukkan keduanya sambil menyebutkan namanya. Anak dapat menjawab dengan kata, bunyi, tatapan, atau menunjuk; Bunda kemudian memodelkan kata lengkapnya.
3. Bernyanyi dan bermain dengan rima
Lagu anak memperjelas pola bunyi, ritme, dan pengulangan. Berhenti sebelum kata yang familiar agar anak mendapat kesempatan melengkapi dengan bunyi, gestur, atau kata. Misalnya, “Balonku ada…” lalu tunggu sejenak.
4. Bermain pura-pura
Permainan memasak, merawat boneka, berjualan, atau mengendarai mobil-mobilan memperluas kata kerja, nama benda, konsep, dan kalimat sosial. Ikuti ide anak dan tambahkan kosakata yang relevan, bukan mengatur semua alur permainan.
5. Respons semua bentuk komunikasi
Tatapan, menunjuk, menarik tangan, gestur, ekspresi wajah, dan bunyi adalah bagian dari komunikasi. Ketika Bunda merespons gestur dengan kata—“Kamu menunjuk botol. Mau minum?”—anak belajar bahwa pesannya dipahami sekaligus memperoleh model bahasa yang dapat digunakan berikutnya.
Kebiasaan yang Sebaiknya Dihindari
Meminta anak mengulang kata berkali-kali, membandingkannya dengan anak lain, mengoreksi setiap pelafalan, atau terus menguji dengan pertanyaan “Ini apa?” dapat membuat interaksi terasa seperti ujian. Modelkan bentuk yang benar secara alami. Jika anak berkata “tat” untuk “cat”, jawab, “Iya, cat warna biru,” tanpa mempermalukan atau memaksanya memperbaiki saat itu juga.
Hindari pula menjadikan layar sebagai sumber utama bahasa. Video dapat memperlihatkan banyak kata, tetapi anak kecil belajar paling kuat dari interaksi yang responsif dan terkait dengan dunia nyata. Saat menggunakan media, dampingi, komentari, hubungkan dengan pengalaman sehari-hari, dan tetap prioritaskan percakapan langsung.
Kapan Perlu Berkonsultasi?
Diskusikan perkembangan dengan dokter anak atau tenaga profesional bila Bunda merasa anak tidak menunjukkan kemajuan, tidak merespons suara atau namanya, jarang menggunakan gestur untuk berkomunikasi, sulit memahami bahasa sederhana sesuai usianya, atau kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki. Kehilangan kemampuan perlu ditindaklanjuti segera.
Pada usia 15 bulan, CDC menyarankan orang tua memperhatikan apakah anak mencoba mengatakan satu atau dua kata selain “mama” atau “dada”. Pada 18 bulan, salah satu milestone adalah mencoba mengatakan tiga kata atau lebih selain panggilan tersebut. Jika milestone belum tampak atau ada kekhawatiran lain, jangan menunggu hanya karena ada anggapan bahwa anak akan “bicara sendiri nanti”. Pemeriksaan dapat mencakup evaluasi perkembangan bahasa oleh terapis wicara/speech-language pathologist dan pemeriksaan pendengaran oleh tenaga yang kompeten.