HALLOBUNDA.CO – “Anak seusianya seharusnya sudah bisa bicara apa?” Pertanyaan ini sering muncul ketika Bunda melihat anak lain sudah banyak menyebut kata, sementara si Kecil masih lebih sering menunjuk. Namun perkembangan komunikasi tidak cukup dinilai dari jumlah kosakata. Cara anak memahami perkataan, menggunakan gestur, meminta bantuan, menggabungkan kata, menjawab pertanyaan, hingga bercerita juga memberikan gambaran penting.
Checklist berikut membantu Bunda mengamati kemampuan komunikasi dalam situasi nyata di rumah. Acuannya menggabungkan milestone perkembangan CDC dan rentang milestone komunikasi ASHA. CDC menjelaskan bahwa milestone adalah kemampuan yang dilakukan sebagian besar anak—75% atau lebih—pada usia tertentu. Materi milestone tidak menggantikan alat skrining perkembangan yang terstandar.
Cara Menggunakan Checklist Ini
Gunakan usia anak saat ini dan amati kemampuan yang muncul secara spontan dalam beberapa hari, bukan hanya saat anak sedang “dites”. Jika usia anak berada di antara dua kelompok, CDC menyarankan menggunakan checklist usia yang lebih muda. Untuk anak yang lahir lebih dari tiga minggu prematur, usia koreksi dapat relevan pada pemantauan awal sesuai arahan tenaga kesehatan.
Tidak semua kemampuan harus muncul pada hari yang sama. Yang lebih penting adalah melihat pola kemajuan: apakah anak semakin memahami, mencoba berkomunikasi, menambah bentuk ekspresi, dan bergerak menuju keterampilan berikutnya.
Sekitar 12–15 Bulan: Dari Gestur Menuju Kata Bermakna
Pada tahap ini, komunikasi belum hanya berupa kata. Perhatikan apakah anak melihat benda familiar ketika namanya disebut, menunjuk untuk meminta sesuatu atau bantuan, serta mencoba mengucapkan satu atau dua kata selain “mama” atau “dada”. CDC mencantumkan kemampuan tersebut sebagai milestone bahasa-komunikasi pada 15 bulan.
Checklist yang bisa diamati
☐ Menunjuk makanan atau benda yang diinginkan.
☐ Melihat ke arah benda ketika Bunda menyebut namanya.
☐ Menggunakan suara, gestur, atau potongan kata untuk meminta bantuan.
☐ Mencoba satu atau dua kata bermakna selain panggilan orang tua.
☐ Mengikuti instruksi ketika disertai kata dan gestur, misalnya Bunda mengulurkan tangan sambil berkata, “Kasih Mama.”
Sekitar 18 Bulan: Kata Mulai Bertambah, Pemahaman Makin Terlihat
Pada 18 bulan, CDC mencantumkan bahwa sebagian besar anak mencoba mengatakan tiga kata atau lebih selain “mama” atau “dada” dan dapat mengikuti instruksi satu langkah tanpa gestur. Dalam keseharian, Bunda dapat melihat apakah anak mulai menggunakan kata untuk meminta, menyebut, atau menarik perhatian.
Checklist yang bisa diamati
☐ Mencoba tiga kata atau lebih selain “mama” atau “dada”.
☐ Mengikuti instruksi satu langkah tanpa Bunda harus menunjuk, misalnya “Ambil bolanya.”
☐ Menunjuk untuk memperlihatkan sesuatu yang menarik.
☐ Menikmati beberapa halaman buku bersama.
☐ Kosakata atau bentuk komunikasinya menunjukkan kemajuan dari waktu ke waktu.
Sekitar 2 Tahun: Mulai Menghubungkan Dua Kata
Usia 2 tahun menjadi fase ketika kombinasi kata mulai penting. CDC mencantumkan mengatakan setidaknya dua kata bersama, seperti “more milk”, sebagai salah satu milestone. Anak juga dapat menunjuk benda di buku ketika ditanya, menunjukkan sedikitnya dua bagian tubuh, dan menggunakan gestur yang lebih beragam daripada hanya melambaikan tangan atau menunjuk.
Checklist yang bisa diamati
☐ Menggabungkan sedikitnya dua kata, misalnya “mau susu”, “mama sini”, atau “bola jatuh”.
☐ Menunjuk gambar yang diminta saat membaca buku.
☐ Menunjukkan bagian tubuh ketika diminta.
☐ Menggunakan gestur seperti mengangguk, meniup ciuman, atau ekspresi lain untuk menyampaikan maksud.
☐ Menggunakan kata untuk lebih dari sekadar menamai benda—misalnya meminta, menolak, atau berkomentar.

Subscribe to my channel