4. Kelahiran Anak Dianggap Renggut Kebebasan
Beberapa suami khawatir kebebasannya setelah sang anak dilahirkan, hal ini mendorong mereka mencari kesenangan saat istri sedang hamil.
Mencari kesenangan tersebut salah satunya dengan berselingkuh dengan wanita lain, yang bisa memberikan kebahagiaan.
Tentu alasan tersebut tidak bisa dibenarkan, karena kenyataannya anak adalah tanggung jawab ayah dan ibunya.
5. Istri Dipandang dalam Kondisi Kurang Menarik
Kehamilan akan membuat tubuh wanita yang mengalaminya mendapatkan perubahan yang terlihat jelas.
Perubahan ini bagi beberapa suami membuat istrinya tidak semenarik dulu lagi, seperti awal bertemu.
Hal ini bisa menjadi alasan kenapa suami akan cuek saat istri sedang hamil, dan memilih untuk selingkuh.
Keinginan untuk berinteraksi dengan perempuan lain dirasa lebih menarik muncul sehingga perselingkuhan bisa terjadi.
6. Mengira Istri yang Hamil Akan Ketergantungan dengan Suaminya
Saat sedang hamil, wajar jika istri cenderung bergantung kepada suaminya untuk memenuhi kebutuhan secara psikologis.
Mungkin beberapa dari suami akan memanfaatkan kondisi ini untuk berselingkuh dengan wanita lain.
Suami akan mengira ketergantungan bisa membuat istrinya tetap setia dengan apa pun yang terjadi meski telah dikhianati.
7. Istri yang Hamil Disebut Punya Libido Lebih Rendah
Libido alias hasrat seks pada istri akan berkurang selama masa kehamilan, beberapa suami akan memanfaatkan kondisi ini sebagai alasan untuk melampiaskan kepada wanita lain.
Alasan ini tentu tidak bisa dibenarkan, pasalnya perubahan fisik dan psikologis membuat wanita hamil tidak akan memprioritaskan untuk seks.
Suami diharapkan bisa berempati dengan keadaan tersebut, seperti halnya suami, istri yang sedang hamil juga beradaptasi dengan banyak hal.
Bagaimana pun, suami selingkuh saat istri hamil tidak dapat dibenarkan, oleh karena itu penting untuk mengedepankan empati dan komunikasi.
Pasangan suami istri juga bisa saling menguatkan dengan menyadari bahwa memiliki perannya masing-masing yang sama besarnya.
Cobalah berkonsultasi kepada psikolog apabila kamu dan pasangan sulit menyesuaikan diri dengan naik turunnya kondisi psikologis sesama saat istri melewati proses kehamilan.***