3. Aktivitas Fisik
Jika si Kecil tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup di siang hari, dirinya mungkin tidak merasa cukup lelah secara fisik sehingga sulit untuk tidur di malam hari.
Sebaiknya ajak sang buah hati untuk aktif bergerak sepanjang hari, setidaknya lakukan satu aktivitas fisik.
Misalnya, ajak anak jalan-jalan sore mengitari sekitar daerah rumah atau bermain ke taman dekat rumah.
4. Kebiasaan Makan
Apa yang si Kecil makan dan kapan mereka memakannya dapat mempengaruhi sang buah hatinya untuk tenang dan tertidur di malam hari.
Agar anak mudah tidur di malam hari, pastikan mereka menghindari kafein seperti yang terkandung dalam kopi, teh, cokelat, dan minuman energi.
Makanan dan minuman berkafein seharusnya tidak diberikan kepada anak berusia di bawah 4 atau 5 tahun.
Sebenarnya, belum ada patokan resmi soal batas konsumsi kafein pada anak, tetapi para ahli membatasi konsumsi kafein sebanyak 45 mg per hari untuk anak usia 4–6 tahun, 63 mg untuk anak usia 7–9 tahun, dan 85 mg untuk anak usia 10–12 tahun.
Selain itu, waktu makan malam pun bisa berpengaruh dengan waktu tidur sang buah hati, sebab antara makan dan tidur membutuhkan jeda waktu.***