2. Hindari Berhubungan Intim pada Trimester Pertama
Menghindari hubungan intim saat trimester pertama lantaran kandungan sperma memiliki senyawa prostaglandin yang bisa memicu kontraksi.
Oleh karena itu, jika usia kandungan Bunda masih terbilang muda atau masih berada di trimester pertama, sebaiknya jangan melakukan hal tersebut.
Pada masa ini, Bunda bisa melakukan skrining kehamilan untuk mengetahui perkembangan janin.
Pasalnya, pada usia kehamilan tersebut sangat rawan terjadinya kontraksi maupun keguguran.
3. Tidak Ada Riwayat Pendarahan
Pastikan juga Bunda tidak memiliki riwayat pendarahan selama masa kehamilan dan tidak mengidap plasenta previa.
Kondisi ini terjadi ketika posisi plasenta atau ari-ari melekat di bagian bawah rahim, baik sebagian maupun keseluruhan.
Dampak dari hal tersebut bisa sangat serius, mulai dari potensi jalan lahir tertutup hingga pendarahan serius saat hamil.
Tentunya, ini akan sangat berbahaya baik pada Bunda nantinya dan juga janin yang ada dalam kandungan.
4. Posisi Hubungan Intim yang Dianjurkan
Setelah memasuki trimester kedua, perut Bunda akan mulai membesar lantaran ukuran janin yang semakin bertambah.
Pada trimester kedua inilah berhubungan intim sudah aman untuk dilakukan. Namun tetap pastikan Bunda berada pada posisi yang tepat agar tetap nyaman.
Sebaiknya, hindari posisi yang telentang lantaran mengakibatkan perut dan pembuluh darah di sekitarnya mengalami tekanan.
Posisi berhubungan intim yang disarankan adalah posisi miring, duduk, atau wanita di atas.***