10 Sensory Play di Rumah untuk Eksplorasi 5 Indra Anak

Syafaria Hadyandari
12 Min Read
Sensory play di rumah untuk eksplorasi lima indra anak
Sensory play di rumah untuk eksplorasi lima indra anak

HALLOBUNDA.CO – Ada anak yang betah meremas spons basah, ada yang berkali-kali menuang air dari satu wadah ke wadah lain, dan ada pula yang langsung menarik tangan ketika menyentuh bahan lengket. Semua respons itu bisa menjadi bagian dari proses anak mengenal dunia melalui inderanya. Sensory play di rumah memberi kesempatan untuk melihat, menyentuh, mendengar, mencium, bergerak, dan membandingkan sensasi melalui permainan yang sederhana.

Bunda tidak membutuhkan ruang bermain khusus atau mainan mahal. Mangkuk, sendok, spons, kardus, kain, air, daun, dan beberapa benda rumah tangga yang aman sudah dapat menjadi bahan eksplorasi. Yang lebih penting adalah aktivitas sesuai tahap perkembangan, ada pengawasan, dan anak tidak dipaksa menyentuh sensasi yang membuatnya sangat tidak nyaman.

Baca Juga  Tenggelamkan Dante di Kolam Renang, Yudha Arfandi Beralasan untuk Latih Pernapasannya

Apa Itu Sensory Play?

Sensory play adalah permainan yang mengajak anak mengeksplorasi informasi dari indera dan tubuhnya. Dalam praktik sehari-hari, pengalaman itu dapat muncul ketika anak merasakan perbedaan halus-kasar, mendengar bunyi dua benda, mengamati benda bergerak di air, memindahkan material dengan sendok, atau mencium aroma yang familiar. Aktivitas sensori tidak harus melibatkan semua indera sekaligus.

American Academy of Pediatrics menempatkan bermain sebagai bagian penting dari perkembangan karena bermain dapat mendukung kemampuan kognitif, bahasa, sosial-emosional, regulasi diri, dan relasi anak dengan pengasuh. AOTA juga menekankan bahwa pemrosesan sensori berhubungan dengan partisipasi anak dalam aktivitas sehari-hari seperti bermain, belajar, dan berinteraksi. Karena itu, tujuan sensory play bukan membuat anak “tahan” terhadap semua tekstur, melainkan memberi pengalaman bermain yang aman dan bermakna.

Mengapa Sensory Play Tidak Harus Rumit?

Aktivitas yang terlalu banyak bahan justru dapat membuat orang tua sibuk menyiapkan dan membersihkan, sementara kesempatan interaksi berkurang. Permainan sederhana memberi ruang bagi anak untuk mengulang tindakan: menuang lagi, meremas lagi, membandingkan lagi, lalu menemukan pola. Pengulangan seperti ini adalah bagian alami dari bermain.

Baca Juga  Bermain, Meraba, dan Menemukan: 10 Aktivitas Sensory Play di Rumah untuk Anak

Bunda dapat memulai dengan satu bahan dan satu alat. Jika anak tertarik, tambahkan variasi. Jika anak hanya mengamati, itu juga bentuk partisipasi. Beberapa anak membutuhkan waktu lebih lama sebelum mau menyentuh bahan baru.

10 Sensory Play di Rumah yang Berbeda dari Sekadar Sensory Play

1. Botol Observasi Bergerak Lambat

Isi botol plastik bening yang dapat ditutup sangat rapat dengan air dan benda visual berukuran sesuai. Segel tutup sehingga tidak dapat dibuka anak. Gunakan hanya sebagai benda observasi: miringkan, putar, lalu lihat benda bergerak. Jangan gunakan bahan berbahaya atau benda kecil dalam botol yang mudah terbuka.

2. Stasiun Tuang Dua Wadah

Gunakan dua wadah lebar dan sedikit air di area yang mudah dibersihkan. Anak memindahkan air memakai cangkir kecil. Mulai dengan volume sedikit agar tidak membanjiri area. Selain sensori, aktivitas ini melatih koordinasi mata-tangan dan kontrol gerak.

Baca Juga  Jangan Anggap Sepele! Ini 3 Tanda Orang Tua Tidak Bonding pada si Kecil

3. Berburu Bunyi di Rumah

Pilih beberapa benda aman seperti kotak plastik, sendok kayu, gulungan karton, dan wadah logam. Ketuk perlahan dan bandingkan bunyinya. Anak dapat menebak benda mana yang berbunyi nyaring atau pelan. Hindari suara terlalu keras dekat telinga.

4. Mencari Pasangan Aroma Familiar

Gunakan aroma ringan dan familiar, misalnya kulit jeruk, daun pandan, kayu manis utuh dalam wadah tertutup berlubang, atau sabun yang biasa digunakan keluarga. Biarkan anak mencium dari jarak nyaman dan menyebutkan kesannya. Jangan gunakan essential oil pekat langsung pada kulit atau dekat hidung.

5. Es yang “Menghilang”

Masukkan beberapa es batu berukuran cukup besar ke mangkuk. Anak dapat menyentuh sebentar dengan sendok, mengamati air yang muncul, lalu membandingkan bentuk sebelum dan sesudah mencair. Untuk anak kecil, es harus selalu diawasi dan tidak digunakan sebagai benda untuk dimasukkan ke mulut.

Share this Article
Reading: 10 Sensory Play di Rumah untuk Eksplorasi 5 Indra Anak