4. Hindari Membandingkan
Kalimat seperti, “Lihat tuh adik anteng banget, kamu kenapa rewel?” justru memperburuk situasi. Fokus pada kekuatan masing-masing anak.
5. Bangun Kolaborasi, Bukan Kompetisi
Alih-alih menyuruh, ajak anak bekerja sama. Misalnya: “Kak, bantu Bunda ya bacain cerita buat adik. Nanti gantian Bunda bacain buat Kakak.”
Dikutip HALLOBUNDA.CO dari situs Child Mind Institute, sibling jealousy adalah bagian normal dari perkembangan emosi anak, namun perlu diarahkan dengan cara yang positif agar tidak berkembang menjadi konflik jangka panjang.
Pendekatan yang penuh kasih sayang, keterlibatan orang tua, serta komunikasi terbuka adalah kunci utama dalam meredakan konflik ini.
Bunda, rasa cemburu antara saudara kandung bukan sesuatu yang harus ditakuti.
Justru ini adalah kesempatan emas untuk membentuk karakter anak dalam mengelola emosi, belajar berbagi, dan membangun empati sejak dini.
Dengan pendekatan yang penuh cinta, perhatian seimbang, dan komunikasi yang sehat, ikatan kakak-adik bisa tumbuh menjadi hubungan seumur hidup yang saling mendukung dan menguatkan.