2. Minim Kandungan Nutrisi
Teh merupakan minuman yang minim kandungan nutrisi. Dalam secangkir teh yang diminum anak hanya akan mengisi perut dengan kandungan gizi yang rendah. Hanya memberikan citarasa bagi penikmatnya, dan rasanya yang manis dapat membuat si Kecil ketagihan.
3. Sebabkan Anak Mengalami Anemia Defisiensi Besi
Tak hanya itu saja, teh juga bisa menyebabkan defisiensi vitamin yang sebenarnya sangat penting untuk tumbuh kembang anak.
Kandungan tanin dan polifenol dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi dalam saluran cerna yang merupakan pemicu terjadinya anemia atau penyakit kurang darah.
Ini dapat menghambat tumbuh kembang anak. Di mana anemia defisiensi besi menjadi salah satu silent disease yang membuat berat badan anak seret dan bisa terjadi gagal tumbuh.
4. Menambah Asupan Gula
Saat memberikan si Kecil minum teh biasanya Bunda akan menambahkan gula di dalamnya.
Jika terlalu sering diberikan pada sang buah hati dapat menambah asupan gula pada anak yang dapat menyebabkan obesitas. Selain itu jika terlalu banyak memberikan asupan gula pada anak dapat meningkatkan risiko diabetes.
5. Anak Jadi Sering Buang Air Kecil
Teh merupakan salah satu jenis minuman yang mempunyai sifat diuretik.
Sifat diuretik ini dapat menyebabkan anak menjadi sering buang air kecil yang secara tidak langsung dapat menurunkan kadar elektrolit natrium dan kalium darah pada tubuh si Kecil.
6. Tingkatkan Produksi Asam Lambung
Teh juga merupakan minuman yang mengandung kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung pada si Kecil.
Jika asam lambung anak meningkat maka dapat menyebabkan nyeri perut atau maag pada anak.
7. Menyebabkan Anak Susah Tidur
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, teh terdapat kandungan kafein yang akan membuat anak menjadi hiperaktif dan sulit untuk tidur.
Padahal anak-anak membutuhkan waktu tidur yang cukup serta berkualitas untuk tumbuh kembangnya.***