Dampak Berteriak Nada Tinggi Saat Bicara dengan Anak

Suara dengan nada tinggi dan keras tidak membuat isi pesan yang disampaikan jadi lebih jelas. Berteriak justru rentan membuat anak sulit untuk peduli dan disiplin.
Penelitian terbaru yang dikutip HALLOBUNDA.CO dari jurnal Child Development menunjukkan bahwa cara bicara dengan berteriak membuat anak-anak tumbuh jadi lebih agresif, baik secara fisik atau pun verbal.
Berteriak secara umum, apa pun konteksnya, merupakan ekspresi kemarahan. Itu membuat anak-anak takut dan membuat mereka merasa tidak aman.
Di sisi lain, ketenangan yang ditunjukkan dengan nada bicara rendah lebih bersifat meyakinkan sehingga membuat anak-anak merasa dicintai dan diterima.
Berteriak yang disertai hinaan verbal bahkan dapat digolongkan sebagai pelecehan emosional.
Dalam jangka panjang ini terbukti memiliki dampak buruk seperti kecemasan, harga diri rendah, dan peningkatan agresi.
Anak-anak juga jadi lebih rentan terhadap perundungan karena pemahaman mereka tentang batasan yang sehat dan harga diri menjadi keliru.
5 Cara bicara dengan anak tanpa perlu meninggikan suara
Salah satu kunci untuk mendapatkan perhatian anak adalah dengan menyampaikan permintaan dengan cara yang tepat.
Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan agar anak mau mendengarkan dan memahami tanpa perlu Bunda meninggikan suara bicara, di antaranya:
1. Hindari Menyampaikan Informasi Terlalu Banyak
Anak-anak, terutama yang usianya masih muda, memiliki kapasitas terbatas dalam memproses informasi.
Jika Bunda memberikan banyak instruksi sekaligus, misalnya seperti: ‘Matikan televisi, ganti baju, sikat gigi, dan cuci muka’, maka anak kemungkinan hanya akan bisa mengingat satu atau dua langkah pertama saja.
Sebagai gantinya, atur permintaan Bunda menjadi beberapa bagian yang lebih mudah dipahami.
Misalnya, katakan terlebih dahulu agar sang buah hati mematikan televisi dan bersiap-siap tidur.
Setelah itu, lanjutkan dengan mengatakan, ‘Sekarang waktunya menyikat gigi dan cuci muka’, kemudian ‘Ayo ganti piyama’.
Tetap bersabar mendampingi anak secara bertahap, tanpa perlu memberikan perintah terlalu banyak dan membuatnya jadi bingung, Bunda.