HALLOBUNDA.CO – Kasus mengejutkan datang dari Gresik, Jawa Timur, yang menjadi perhatian besar bagi masyarakat.
Kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak usia sekolah ini menunjukkan adanya permasalahan mendalam dalam lingkungan sosial dan keluarga yang perlu segera diatasi.
Ketika anak-anak yang seharusnya sibuk belajar dan bermain malah terlibat dalam tindakan kriminal, ini menandakan adanya celah besar dalam pengawasan dan pembinaan moral sejak dini.
Kejadian ini menjadi refleksi bagi kita semua untuk lebih memperhatikan perkembangan anak, baik dari aspek pendidikan, pergaulan, maupun kondisi keluarga mereka.
Tiga anak sekolah dasar (SD) berinisial F (12), HR (9), dan MN (10) tertangkap warga saat mencuri sepeda motor di Jalan Harun Thohir, Desa Pulopancikan, Kecamatan Gresik, pada Selasa (18/3/2025) dini hari.
Mirisnya, mereka mengaku sudah empat kali melakukan aksi pencurian di berbagai lokasi.
Menurut pengakuan mereka kepada polisi, motor hasil curian dijual dengan harga Rp150.000 dan uangnya digunakan untuk bermain game di pusat permainan seperti Timezone serta jalan-jalan ke Surabaya.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan anak-anak di usia yang seharusnya masih bermain dan belajar di sekolah.
Faktor keluarga juga disebut-sebut sebagai penyebab utama perilaku menyimpang ini. Dua dari tiga anak tersebut diketahui berasal dari keluarga broken home dengan pola asuh yang keras.
Ketidakhadiran figur orang tua yang memberi bimbingan dan kurangnya pengawasan terhadap pergaulan anak menjadi salah satu faktor yang membuat mereka terjerumus dalam tindakan kriminal.