Pada tingkat SMP (12-14 tahun), kenaikan rata-rata tinggi anak laki-laki Korea mencapai 7,4 cm dan 3,3 cm untuk anak perempuan.
Lalu, untuk tingkat SMA (15-17 tahun), rata-rata tinggi anak laki-laki bertambah 2,2 cm dan 1,9 cm bagi anak perempuan.
Pertumbuhan tinggi anak yang drastis di Korea Selatan ini menimbulkan banyak pertanyaan di mata publik.
Banyak dari mereka bertanya-tanya apa saja hal di luar genetik yang mereka lakukan demi anak Korea Selatan tumbuh menjulang tinggi.
Faktor Utama Pertambahan Tinggi Anak di Korea Selatan

Sempat menjadi negara miskin dengan jumlah kelaparan yang memprihatinkan, Korea Selatan mampu mengejutkan negara tetangganya dengan pertumbuhan tinggi badan warganya.
Sebagaimana yang dilansir The Korea Times, remaja Korea Selatan di tahun 1960-1990 memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan remaja Jepang.
Namun, Korea mampu membalikkan keadaan tersebut di awal tahun 1990 hingga sekarang.
Konsumsi buah dan sayuran menjadi salah satu faktor dari fenomena tersebut.
Konsumsi buah dan sayuran di Korea telah melonjak selama periode 1990an, yakni meningkat tiga kali lipat.
Pada tahun 1965, orang Korea mengonsumsi rata-rata 82,3 kg sayuran per tahun.
Selanjutnya, konsumsi sayuran meningkat menjadi 197,9 kg di tahun 1980-an, dan semakin bertambah menjadi 235,7 kg di tahun 2000.
Buah dan sayuran menjadi penentu utama tinggi badan anak, menkonsumsi buah dan sayur yang jauh lebih rendah pada remaja Jepang mungkin berdampak negatif pada jumlah mineral pada tulang.
Selain sayur dan buah, anak-anak di Korea Selatan juga kerap mengonsumsi susu dan protein berupa daging di kehidupan sehari-hari.
Nutrisi dari susu dan daging, baik ayam atau sapi adalah sumber protein yang amat baik untuk pertumbuhan tinggi badan.
Tak hanya itu, nutrisi dalam makanan tersebut juga akan membantu menguatkan sendi dan otot.