3. Menunjukkan Ketertarikan ke Toilet atau Teman Menggunakan Toilet
Terkadang anak tanpa sadar memperhatikan orang lain saat ke toilet, atau bermain pura-pura dengan mainan toiletnya.
Ini wujud rasa ingin tahu dan kesiapan mental sinyal ia ingin ikut melakukan seperti yang dilihatnya.
4. Popok Kering Lebih Lama
Sebelum penuh siap, popok yang biasanya selalu basah kini mulai bertahan lama—bisa hingga 2 jam atau lebih. Bisa juga bangun siang dengan popok yang masih kering, pertanda kontrol kandung kemih sudah mulai bekerja .
5. Bisa Menyampaikan Kebutuhan Toilet
Saat anak mulai bilang, “Bunda, pipis!” atau memberi isyarat seperti menarik celana atau menundukkan kepala saat merasa ingin buang air, itu sinyal kesiapan sosio lingual ia sudah mampu meminta saat perlu ke toilet .
6. Mulai Bisa Mengatur Celana Sendiri
Keterampilan motorik sederhana seperti menarik celana turun-naik sudah cukup penting.
Jika anak sudah bisa melakukannya walau masih dibantu sedikit oleh Bunda itu menunjukkan kesiapan praktis dalam toilet training.
7. Usia Rata-Rata Mulai Toilet Training
Meski setiap anak berbeda, banyak ahli menyarankan memulai setelah 18 bulan—karena sebagian besar anak mampu menahan pipis dan memahami instruksi sekitar usia ini.
Namun, lebih utama adalah kesiapannya secara fisik dan emosional dibanding usia semata.
Langkah Awal Setelah Tanda Siap Muncul
-
Sediakan potty kecil di area bermainnya agar mudah dijangkau.
-
Mulai dengan sesi pendek, misalnya setelah bangun atau sebelum dan setelah makan.
-
Ajak anak duduk di potty saat ia memberi tanda—gunakan kalimat sederhana: “Ini tempat pipis ya.”
-
Beri pujian atau stiker kecil setiap ia berhasil atau mau mencoba.
-
Tetap positif jika ada “tumpahan”—biarkan tanpa membesarkan masalah agar tidak stres.