Viral Bayi Mengalami Menstruasi, Bisakah?

admin
5 Min Read
Ketika Bunda Menemukan Bercak Darah pada Popok Bayi

Bahayakah Menstruasi Palsu?

Bayi Bisa Mengalami Menstruasi Palsu
Bayi Bisa Mengalami Menstruasi Palsu

Menurut penelitian dari jurnal J Matern Fetal Neonatal Medical yang diterbitkan pada 2017 menyebutkan neonatal uterine bleeding ini terjadi pada 5% bayi perempuan di dunia. Namun dikatakan bahwa menstruasi palsu ini memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap kondisi klinis bayi.

Kendati demikian ada indikasi khusus, di mana semua ibu hamil akan selalu mengalami peningkatan kadar progesteron secara signifikan. Namun ternyata hanya 5% bayi saja yang mengalami NUB, sedangkan lainnya tidak.

Ini ternyata terjadi karena perbedaan perkembangan resistensi progesteron dari setiap bayi perempuan.

Konsentrasi progesteron dalam sirkulasi janin meningkat secara dramatis ke tingkat yang jauh lebih tinggi daripada yang ditemukan dalam sirkulasi bunda. Namun, setelah lahir, perdarahan menstruasi yang nyata dan terlihat – sebagai akibat dari penarikan progesteron fisiologis – hanya terjadi pada sebagian kecil bayi perempuan yang baru lahir.

Baca Juga  Mengejutkan! Virus Covid-19 Memiliki Varian Terbaru, Ini Dia Gejala dan Kecepatan Penularannya

Meskipun signifikansi fungsional penarikan progesteron pada periode neonatal ini tidak sepenuhnya dipahami, para peneliti telah memberikan bukti persuasif bahwa NUB tidak boleh diabaikan.

Hal itu karena dikhawatirkan kondisi ini dapat menjadi tanda penting tentang kondisi reproduksi pada saat ia beranjak remaja.

Namun ini membutuhkan penelitian lanjutan tentang apakah respons progesteron pada endometrium neonatus merupakan faktor kunci untuk kesehatan reproduksi pada remaja. Karena sampai saat ini penelitian lanjutan tersebut belum dilakukan.

Karena belum ada penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh NUB ini terhadap kesehatan reproduksi ketika remaja dan dewasa, sehingga tidak ada pengobatan tertentu bagi bayi yang mengalaminya.

Namun ketika si Kecil mengalami NUB maka Bunda hanya perlu untuk membersihkannya secara berkala seperti halnya ketika Bunda mengalami menstruasi. Tidak perlu membasuhnya dengan sabun tertentu, cukup hanya dengan menggunakan air bersih dan rutin mengganti popoknya.

Baca Juga  Sudah Makan Banyak Tapi Tidak Gemuk Juga? Ternyata 5 Alasan ini Buat Kamu Tetap Kurus
Share this Article
Reading: Viral Bayi Mengalami Menstruasi, Bisakah?