Berikan Stimulasi Bicara Sejak Bayi, Perhatikan 2 Cara Ini

editor
13 Min Read
berikan-stimulasi-bicara-sejak-bayi
berikan-stimulasi-bicara-sejak-bayi

Stimulasi Bicara dengan Mengajarkan Bahasa Isyarat pada Bayi

Bahasa isyarat bayi ditemukan pertama kali pada awal 1980-an oleh seorang professor psikologi dari University of California, Linda Acredolo, Ph.D, dan juga professor tumbuh kembang anak dari California State University, Susan Goodwyn, Ph.D. pada saat itu Acredolo memiliki seorang anak yang berusia kurang dari setahun.

Ia mengamati bahwa saat melihat bunga, anaknya tersebut akan mulai menunjuknya, mengerutkan hidung dan mengendusnya. Berawal dari penasaran akan tingkah anaknya tersebut akhirnya mereka mengembangkan bahasa isyarat untuk bayi.

Tangisan bayi merupakan bahasa ekspresinya
Tangisan bayi merupakan bahasa ekspresinya

Mungkin banyak orang tua yang kewalahan saat melihat bayinya menangis dan terus menangis tanpa mengetahui apa yang diinginkannya. Seperti yang kita ketahui, pada usia 0-8 bulan bayi belum bisa mengucapkan kata yang berarti. Mereka hanya melakukan cooing dan babbling saja, yang menurut orang dewasa tidak memiliki makna tertentu. Sebagian orang tua mungkin akan membiarkannya dan tetap menunggu, toh nantinya sang anak juga akan bisa berbicara jika sudah waktunya.

Baca Juga  Yuk Ketahui 8 Makanan Khas Lebaran di Indonesia!

Sebenarnya ada cara yang cukup ampuh agar bayi tetap bisa mengutarakan keinginannya, yaitu dengan bahasa isyarat bayi tersebut. Dan ini juga menjadi stimulasi bicara yang baik untuknya. Akan tetapi muncul kekhawatiran, apakah jika bayi diajarkan bahasa isyarat tersebut akan membuatnya terlambat bicara.

Sebelum mengembangkan bahasa isyarat tersebut Dr. Acredolo dan Dr. Goodwyn melakukan penelitian besar yang disponsori oleh Institut Kesehatan Nasional (NIH) Amerika Serikat. Hasilnya benar-benar di luar dugaan, bahwa ternyata bayi yang telah diajarkan bahasa isyarat akan memiliki keterampilan bahasa verbal lebih cepat dari rata-rata anak balita biasanya.

Penelitian menemukan bahwa bayi yang diajari bahasa isyarat memiliki kosakata yang lebih banyak saat ia menginjak usia 12 bulan dibandingkan mereka yang tidak. Hal itu menurut Dr. Goodwyn karena saat bayi sedang menggunakan bahasa isyarat maka orang dewasa di sekitarnya akan lebih banyak berbicara untuk mendefinisikan apa yang sedang diinginkan si bayi. Maka dari itu tidak berlebihan jika mengajarkan bahasa isyarat kepada bayi merupakan salah satu cara stimulasi bicara yang efektif.

Baca Juga  Gegara Orang Tua Lalai, Seorang Bocah Tak Sengaja Menelan Kerincingan Selama 3 Minggu

Tidak hanya itu, dalam penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa bayi yang belajar bahasa isyarat akan memiliki IQ yang tinggi. Sebagai salah satu objek penelitian, seorang ibu muda dari Tampa, Florida, Rebecca Yoder mengatakan bahwa ia mulai mengajarkan bahasa isyarat kepada putrinya, Lauren, sejak berusia enam bulan. Hasilnya memuaskan, Lauren tidak menunjukkan tantrum yang berlebihan saat menginginkan sesuatu.

“Lauren menjadi tidak terlalu mudah menangis dan tidak mudah mengamuk. Jika dia menginginkan mainan yang jauh dari jangkauannya, dia bisa memberi tanda bahwa dia membutuhkan bantuan, alih-alih menangis dan rewel,” ujar Yoder, seperti dikutip Parents.com.

Share this Article
Reading: Berikan Stimulasi Bicara Sejak Bayi, Perhatikan 2 Cara Ini