3. Perilaku Agresif
Dikutip HALLOBUNDA.CO dari laman Verywell Mind, ketika anak remaja menyaksikan KDRT di rumah, mereka tidak akan bereaksi seperti anak-anak, Bunda.
Mereka justru akan melampiaskan hal ini di luar rumah dengan melakukan tindakan kenakalan remaja.
Anak bisa saja mulai berkelahi, membolos, hingga terlibat dalam aktivitas seksual. Selain itu, tidak sedikit juga anak yang mencoba hal lain seperti narkoba, alkohol, hingga terlibat masalah hukum.
4. Depresi
Perlu Bunda tahu, jika anak menyaksikan KDRT di rumah, dampaknya akan berlangsung lama. Mereka akan merasa cemas setiap harinya karena dibesarkan dalam lingkungan yang beracun serta kasar.
Ketika ini terjadi terus-menerus, anak akan tumbuh menjadi orang dewasa yang depresi.
Trauma menyaksikan KDRT ini menempatkan anak pada risiko tinggi mengalami depresi, kesedihan, gangguan konsentrasi, hingga gejala depresi lainnya
5. Adanya masalah fisik
Masalah kesehatan mental adalah hal umum yang bisa terlihat ketika anak menyaksikan KDRT orang tuanya.
Hal ini umumnya diketahui dalam kesehatan fisiknya.
Anak-anak usia sekolah bisa saja merasa sakit perut dan sakit kepala yang kemudian bisa ditelusuri ke situasi menegangkan di rumah.
Sementara itu, bayi berisiko lebih tinggi mengalami cedera fisik setelah terus menerus dianiaya oleh orang tuanya.
Jadi seperti itulah dampak yang akan dirasakan oleh sang buah hati, jika si Kecil melihat kejadian KDRT.***