7 Tahun Konsisten Hisap Rokok dan Vape, Remaja di Klaten Terkena Faringitis

Lafa Zidan Alfaini
5 Min Read
7 Tahun Konsisten Hisap Rokok dan Vape, Remaja di Klaten Terkena Faringitis

Ada risiko terjadinya inflamasi paru, penyakit jantung hingga kerusakan sel akibat zat karsinogen yang terpapar terlalu tinggi.

Menghisap vape lebih aman dari pada rokok itu tidak benar, lantaran sama-sama memiliki kandungan bahaya.

Meskipun tidak mengandung tar, ternyata menghisap vape tersebut ada bahan karsinogen.

Banyak komponen dalam rokok elektronik yang tidak terdapat pada rokok konvensional begitu pula sebaliknya.

Di sisi lain, baik vape atau rokok elektronik bisa menyebabkan adiksi atau ketagihan.

Dalam jangka panjang, merokok dan mengisap vape juga bisa menyebabkan masalah paru-paru seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, dan juga kanker paru.
Secara keseluruhan, dampak vape pada paru mulai dari iritasi, gejala pernapasan, bronkitis, asma, PPOK, pneumonia, paru-paru bocor, hingga kanker paru.

Kemudian, vape dapat meningkatkan risiko penyakit paru termasuk asma, 30% lebih besar daripada tidak merokok sama sekali.

Baca Juga  Menu Makanan Pencegahan Stunting Hanya Nasi dan Sayur Tahu, Padahal Anggaran 4,4 Miliar

Risiko asma juga lebih besar jika pernah jadi perokok konvensional.

Berdasarkan data Global Adult Tobbaco Survey, prevalensi perokok elektronik di Indonesia naik hingga 10 kali lipat.

Dari 0,3 persen di tahun 2011 menjadi 3 persen di 2021. Prevalensi perokok pasif juga tercatat naik menjadi 120 juta orang.

Sementara itu jumlah perokok dalam kurun waktu 10 tahun terakhir juga meningkat. dari 60,3 juta pada tahun 2011 menjadi 69,1 juta perokok pada tahun 2021.

Generasi muda harus mewaspadai bahaya yang bisa muncul akibat mengonsumsi baik vape atau rokok konvensional. Kebiasaan tersebut bisa merusak paru-paru dalam jangka panjang.

Jadi kandungan dalam rokok elektronik sama persis yang ada dalam rokok konvensional.

Baca Juga  Balita Meninggal Karena Rabies Sempat Diberi VAR 2 Kali, Mengapa Demikian?

Lalu kemudian menyebabkan terjadinya kerusakan di jaringan paru dengan kandungan rokok elektornik sebesar 3 miligram.

Maka dari itu, menghisap rokok dan vape harus dihentikan sekarang juga, lantaran dapat membahayakan tubuh.

4 Cara Menghentikan Kecanduan Vape dan Rokok

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghentikan kecanduan vape dan juga rokok, di antaranya:

1. Cari Alasan untuk Berhenti

Luangkan waktu untuk memikirkan apa yang memotivasi untuk dapat berhenti, hal ini adalah langkah pertama yang paling penting.

Biasanya, salah satu alasan utama untuk berhenti adalah khawatir tentang masalah kesehatan yang ditimbulkan dari vaping dan rokok.

Tak cuma masalah kesehatan, vape dan rokok ternyata juga bisa membuat lebih boros dan ini juga bisa dijadikan sebagai motivasi untuk berhemat.

Baca Juga  Biar Nggak Boros Saat Besar, Yuk Ajarkan Anak Kelola Uang Sejak Dini, Bun!
TAGGED: , ,
Share this Article
Reading: 7 Tahun Konsisten Hisap Rokok dan Vape, Remaja di Klaten Terkena Faringitis