Perhatikan Bunda! Ini 7 Tips Merawat Tali Pusar si Kecil agar Tidak Infeksi

Lafa Zidan Alfaini
5 Min Read
Perhatikan Bunda! Ini 7 Tips Merawat Tali Pusar si Kecil agar Tidak Infeksi

6. Bersihkan Cairan di Sekitar Ujung Tali Pusar

Dikutip dari Mayo Clinic, cairan bening atau mungkin sisa darah mungkin merembes keluar di sekitar ujung tali pusar.

Jika Bunda melihatnya, bersihkan dengan kapas basah, lalu keringkan.

Bunda mungkin perlu sedikit menekan perlahan kulit di sekitarnya untuk menjangkau semua sisa cairan yang ada.

Membersihkan sisa cairan dan kotoran yang menempel pada ujung tali pusar akan membantu mencegah terjadinya infeksi.

Bunda juga bisa menggunakan waslap yang telah dibasahkan untuk membersihkan bagian tali pusar yang kotor.

Baca Juga  Pengasuh Ceroboh, Bayi Tewas Usai Jatuh Dari Gendongan, Begini 5 Cara Gendong yang Benar

Usap perlahan, lalu keringkan dengan kain bersih.

7. Mandikan dengan Waslap

Mungkin akan lebih mudah bagi Bunda menjaga kebersihan tali pusar dengan cara memandikan si Kecil menggunakan waslap, dibandingkan mandi biasa.

Saat mandi dengan waslap, Bunda hanya akan menyeka bagian tubuh yang perlu dibersihkan saja.

Gunakan waslap atau kain yang hangat. Jangan lupa keringkan secara perlahan dengan handuk kering.

Kapan Harus Cek ke Dokter?

Ujung tali pusar biasanya berubah warna sebelum lepas.

Biasanya juga terlihat sedikit darah di dekat tunggulnya, misalnya karena bergesekan dengan popok.

Selain itu, seperti halnya keropeng, bagian ujung tali pusar ini juga mungkin akan mengeluarkan sedikit darah saat lepas.

Baca Juga  Viral Bayi 2 Bulan Meninggal Setelah Dicekoki Jamu, Ini Pentingnya ASI Eksklusif

Bunda sebaiknya konsultasi ke dokter jika ada beberapa tanda infeksi seperti berikut:

  • Pendarahan dari ujung tali pusar semakin parah, atau masih ada beberapa tetes darah setelah tiga hari.
  • Daerah sekitar pusar mengeluarkan cairan kental, apalagi jika berwarna kuning seperti nanah.
  • Area sekitar tali pusar menjadi merah atau bergaris merah. Raba jika perlu, kulit yang terinfeksi sering kali terasa lebih hangat dibandingkan kulit yang tidak terinfeksi.
  • Ada keluhan nyeri, bengkak, atau berbau tak sedap di sekitar pusar.
  • Ada peningkatan suhu tubuh, menjadi sangat rewel atau jadi tidak mau menyusu. ***

TAGGED:
Share this Article
Reading: Perhatikan Bunda! Ini 7 Tips Merawat Tali Pusar si Kecil agar Tidak Infeksi