2. Mengalami Sakit Kepala Kronis
Salah satu gejala yang paling umum terjadi bagi banyak penderita Empty Sella Syndrome, adalah mengalami sakit kepala kronis.
Dilansir dari WebMD, sakit kepala menjadi gejala paling umum dari ESS, dan dapat bervariasi dalam intensitas dan seringkali dianggap sebagai migrain.
3. Penglihatan yang Menjadi Kabur
Dalam beberapa kasus Empty Sella Syndrome, dapat menimbulkan gejala penglihatan terganggu seperti, pandangan menjadi kabur atau bahkan kehilangan penglihatan sebagian.
Hal ini dikutip dari Mayo Clinic, yang mencatat bahwa gangguan penglihatan sering terjadi, karena adanya tekanan pada saraf optik yang diberikan oleh cairan serebrospinal.
4. Mengalami Gangguan Masalah Hormonal
Mengingat peran kelenjar pituitari dalam mengatur hormon, Empty Sella Syndrome seringkali menyebabkan ketidakseimbangan hormonal.
Mengutip dari Healthline, ketidakseimbangan tersebut dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh, termasuk hipotiroidisme, insufisiensi adrenal, dan fungsi reproduksi.
5. Mudah Merasa Lelah dan Kurang Berenergi
Penderita Empty Sella Syndrome mungkin akan mudah merasa kelelahan dan kurang berenergi secara terus menerus, dalam menjalankan aktivitasnya.
Dikutip dari Cleveland Clinic, kelelahan yang terus menerus dirasakan, dapat disebut sebagai kelelahan kronis yang menjadi salah satu gejala paling melemahkan dari ESS.
6. Adanya Peningkatan Tekanan Darah Tinggi
Beberapa kasus Empty Sella Syndromeseringkali dikaitkan dengan peningkatan tekanan intrakranial yang dapat menyebabkan pusing dan mual.
Mengutip dari National Institutes of Health, tekanan intrakranial yang tinggi sering ditemukan pada pasien yang mengidap ESS dan dapat menambah komplikasi gejala yang dialami.