HALLOBUNDA.CO – Tantrum anak memang bisa bikin lelah hati, tapi Bunda tetap bisa memilih untuk tenang dan hadir dengan penuh kesadaran.
Bunda, saat anak menangis kencang, berteriak, atau melempar barang, wajar jika emosi ikut naik.
Tapi justru di saat seperti itulah, teknik mindfulness hadir untuk bantu Bunda tetap tenang, merespons dengan sadar, bukan reaktif.
Yuk, pelajari cara mengelola emosi saat anak tantrum agar Bunda tetap jadi tempat aman bagi si kecil.
Apa Itu Mindfulness dalam Pengasuhan?
Mindfulness adalah kesadaran penuh terhadap apa yang sedang Bunda rasakan dan hadapi di saat ini, tanpa menghakimi atau terburu-buru bereaksi.
Dalam pengasuhan, ini artinya Bunda hadir dengan utuh baik secara fisik maupun emosional terutama saat situasi menantang seperti tantrum.
Kenapa Mindfulness Penting Saat Anak Tantrum?
- Mencegah Bunda ikut meledak saat anak sedang meluap
- Membantu anak merasa didampingi, bukan dimusuhi
- Menguatkan koneksi emosional, meski dalam situasi sulit
- Memberi ruang bagi anak untuk belajar mengenali dan mengatur emosinya
Langkah-Langkah Mengelola Emosi Saat Anak Tantrum

1. Sadari Emosi yang Timbul dalam Diri
Saat anak mulai tantrum, amati perasaan Bunda: marah? Frustrasi? Malu? Akui emosi itu tanpa menghakimi. Katakan dalam hati:
“Oke, aku merasa jengkel sekarang, dan itu wajar.”
2. Tarik Napas Perlahan dan Dalam
Ambil 3–5 napas dalam secara sadar. Fokus pada udara masuk dan keluar. Ini membantu mengaktifkan bagian otak yang mengatur logika, bukan hanya emosi.
3. Berhenti Sebelum Bereaksi
Alih-alih langsung membentak atau memaksa anak diam, ambil jeda. Diam sejenak bukan berarti pasif, tapi memberi ruang agar Bunda bisa merespons dengan tenang.
4. Gunakan Kalimat Empatik dan Tenang
- Contoh:
“Mama tahu kamu lagi marah, Mama di sini kok.” - “Kamu nggak suka kalau mainannya diambil, ya? Cerita sama Mama, yuk.”
- Suara lembut lebih berdampak daripada suara keras.
5. Biarkan Anak Melewati Emosinya
Tantrum bukan musuh. Itu cara anak meluapkan emosi karena mereka belum bisa menyampaikannya dengan kata. Selama aman, biarkan mereka menangis atau mengungkapkan perasaannya.
Tips Sederhana Latihan Mindfulness untuk Bunda
- “1 Menit Sadar Napas” di Pagi Hari
Tarik napas perlahan, fokuskan perhatian, ulangi kalimat afirmasi: “Aku adalah ibu yang hadir, bukan sempurna.” - Gunakan “Pause Button” Saat Emosi Muncul
Ingatkan diri dengan isyarat kecil, seperti memegang dada atau jari, untuk berhenti sejenak sebelum bereaksi. - Tuliskan Emosi di Jurnal Parenting
Setelah momen tantrum berlalu, tulis perasaan yang muncul, lalu evaluasi apa yang bisa diperbaiki.
Bunda, tantrum bukan tanda anak nakal, dan emosi yang muncul bukan tanda Bunda gagal.
Justru di saat-saat inilah mindfulness jadi jembatan untuk menghubungkan hati Bunda dan hati anak dengan kesadaran, bukan kemarahan.
Pelan-pelan saja, Bunda. Hadir utuh lebih penting daripada reaksi cepat. Karena setiap tantrum bukan hanya ujian kesabaran, tapi juga peluang memperkuat ikatan.***