Stimulasi Artikulasi Sederhana: 7 Aktivitas untuk Membantu Ucapan Anak Lebih Jelas

Syafaria Hadyandari
7 Min Read
Ibu melakukan stimulasi artikulasi sederhana bersama anak melalui permainan
Ibu melakukan stimulasi artikulasi sederhana bersama anak melalui permainan

HALLOBUNDA.CO – Si Kecil sudah banyak bicara, tetapi beberapa katanya masih sulit dipahami? Kondisi ini cukup sering membuat orang tua bertanya apakah pengucapannya masih sesuai tahap perkembangan atau perlu segera dilatih. Artikulasi adalah cara organ bicara—seperti bibir, lidah, rahang, dan aliran udara—bekerja untuk menghasilkan bunyi ujaran. Seiring bertambahnya usia, anak biasanya semakin mampu mengucapkan lebih banyak bunyi dengan jelas. Namun prosesnya bertahap dan tidak sama pada setiap anak.

American Speech-Language-Hearing Association (ASHA) menjelaskan bahwa kesulitan menghasilkan bunyi dapat disebut speech sound disorder, yang mencakup persoalan artikulasi maupun pola bunyi atau fonologi. ASHA juga menyebut bahwa sebagian besar anak sudah dapat mengucapkan hampir semua bunyi dengan benar sekitar usia 4 tahun. Meski demikian, kemampuan dipahami orang lain, pola kesalahan, bahasa yang digunakan di rumah, dan perkembangan keseluruhan tetap perlu dinilai bersama.

Baca Juga  Rutinitas Sebelum Tidur untuk Melatih Anak Bicara: 7 Aktivitas Hangat dan Sederhana

Apa Bedanya Artikulasi, Bicara, dan Bahasa?

Bicara adalah produksi suara dan kata secara lisan. Artikulasi merupakan salah satu bagian dari bicara, yaitu ketepatan membentuk bunyi. Sementara bahasa adalah kemampuan memahami dan menyampaikan makna. Anak dapat memiliki kosakata yang baik, tetapi pengucapan beberapa bunyinya belum jelas. Sebaliknya, ada pula anak yang bunyinya cukup jelas tetapi masih kesulitan memahami instruksi atau menyusun kalimat. Karena itu, stimulasi artikulasi tidak sebaiknya dipisahkan dari percakapan yang bermakna.

7 Stimulasi Artikulasi Sederhana melalui Aktivitas Harian

1. Meniru bunyi yang dekat dengan keseharian

Gunakan bunyi kendaraan, binatang, atau benda saat bermain: “brum-brum”, “meong”, “tik-tok”, dan “duk-duk”. Meniru bunyi membantu anak memperhatikan perbedaan suara tanpa merasa sedang diuji. Pilih bunyi yang mudah lalu kembangkan menjadi kata, misalnya “mbee” menjadi “kambing”.

Baca Juga  Jangan Asal Bunda! Ini 5 Cara untuk Mengatasi Cegukan pada si Kecil yang Aman

2. Bermain di depan cermin

Ajak anak mengamati wajah saat membuat bunyi atau mengucapkan kata sederhana. Bunda dapat mencontohkan gerakan bibir secara natural, lalu membiarkan anak mencoba. Cermin membantu anak memperoleh petunjuk visual, tetapi hindari memegang atau memaksa posisi lidahnya tanpa arahan profesional.

3. Membaca buku dengan pengulangan kata

Pilih buku dengan kata berulang, gambar jelas, dan kalimat pendek. Tekankan satu atau dua kata kunci, lalu beri kesempatan anak melengkapinya. Misalnya, “Kucingnya sedang … tidur.” Kegiatan ini menggabungkan pendengaran, kosakata, makna, dan produksi kata.

4. Memperlambat model ucapan, bukan menyuruh mengeja

Ketika anak mengucapkan kata kurang jelas, tanggapi maknanya lalu berikan model yang benar secara perlahan. Jika anak berkata “teta” untuk “kereta”, Bunda dapat menjawab, “Iya, keretanya panjang.” Cara ini memberi contoh tanpa mempermalukan atau memintanya mengulang berkali-kali.

Baca Juga  Berikan Stimulasi Bicara Sejak Bayi, Perhatikan 2 Cara Ini
Share this Article
Reading: Stimulasi Artikulasi Sederhana: 7 Aktivitas untuk Membantu Ucapan Anak Lebih Jelas