ASI dan Kekebalan Bayi: Mengapa Komposisinya Bisa Berubah Mengikuti Kebutuhan Si Kecil?

Syafaria Hadyandari
11 Min Read
Ibu menyusui bayi untuk mendukung nutrisi dan kekebalan tubuh
Ibu menyusui bayi untuk mendukung nutrisi dan kekebalan tubuh

HALLOBUNDA.CO – Pernah mendengar bahwa ASI dapat “menyesuaikan diri” dengan kebutuhan bayi, bahkan ketika si Kecil sedang sakit? Pernyataan seperti ini sering muncul di media sosial dan terdengar menakjubkan. Ada bagian yang memang didukung ilmu pengetahuan: ASI adalah cairan biologis yang dinamis, bukan cairan dengan komposisi yang selalu sama dari hari ke hari.

Namun, penjelasannya perlu dibuat lebih hati-hati. ASI tidak dapat dipahami sebagai obat yang otomatis berubah secara presisi untuk setiap penyakit bayi. Yang diketahui saat ini, komposisi ASI berubah sepanjang masa menyusui dan dipengaruhi banyak faktor. Sejumlah penelitian juga menemukan perubahan pada beberapa komponen imun ketika ibu atau bayi mengalami infeksi. Temuan tersebut menarik, tetapi mekanisme dan dampak klinisnya masih terus diteliti.

Baca Juga  Mengharukan! Nana Mirdad Temukan Bayi Dibuang di Semak-semak, Begini Kondisinya

Bagi Bunda, pesan praktisnya lebih sederhana: ASI memang memberikan nutrisi sekaligus berbagai komponen imun yang membantu mendukung pertahanan tubuh bayi. WHO menyebut ASI aman, bersih, mengandung antibodi, dan membantu melindungi bayi dari berbagai penyakit masa kanak-kanak.

ASI Bukan Hanya Makanan untuk Bayi

ASI menyediakan energi dan zat gizi yang dibutuhkan bayi pada bulan-bulan pertama kehidupan. WHO dan UNICEF merekomendasikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama, kemudian MPASI yang aman dan bergizi mulai usia enam bulan sambil melanjutkan menyusui hingga usia dua tahun atau lebih.

Selain protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral, ASI membawa banyak komponen bioaktif. Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa ASI mengandung bakteri baik, mikroorganisme, dan imunoglobulin A yang berperan dalam perlindungan terhadap infeksi dan peradangan serta mendukung perkembangan sistem kekebalan dan mikrobioma usus bayi.

Baca Juga  Jangan Dibiarkan Bunda! Ini Dia Penyebab dan Cara Atasi Bayi Kuning

Itulah sebabnya manfaat ASI tidak tepat bila dilihat hanya dari jumlah kalori. ASI juga merupakan bagian dari lingkungan biologis yang membantu sistem pencernaan dan sistem imun bayi yang masih berkembang.

Apa Saja Komponen Kekebalan yang Ada dalam ASI?

Salah satu komponen yang paling banyak dipelajari adalah secretory immunoglobulin A atau sIgA. Antibodi ini membantu memberikan perlindungan pada permukaan mukosa, termasuk saluran cerna. ASI juga mengandung lactoferrin, leukosit, sitokin, enzim, serta human milk oligosaccharides atau HMO.

HMO bukan sekadar sumber energi bagi bayi. Senyawa ini berperan dalam membentuk lingkungan mikrobioma usus dan diteliti karena kontribusinya terhadap pertahanan terhadap patogen serta perkembangan sistem imun. Kolostrum—ASI yang keluar pada hari-hari pertama—secara khusus kaya berbagai faktor imun seperti imunoglobulin, lactoferrin, dan leukosit.

Baca Juga  Darurat! Bukan Hanya Kelahiran Saja yang Rendah, Ternyata di Korea Selatan Ibu Menyusui Juga Dikit
Share this Article
Reading: ASI dan Kekebalan Bayi: Mengapa Komposisinya Bisa Berubah Mengikuti Kebutuhan Si Kecil?