
Benarkah Komposisi ASI Bisa Berubah?
Ya, komposisi ASI memang dinamis. Perubahan paling jelas terjadi dari kolostrum menuju ASI transisi dan kemudian ASI matur. Review ilmiah menunjukkan bahwa kadar serta proporsi berbagai imunoglobulin berubah sepanjang masa laktasi. Komposisi ASI juga dapat bervariasi dalam satu sesi menyusui, sepanjang hari, dan antaribu.
Perubahan tersebut masuk akal secara biologis karena kebutuhan bayi juga berubah. Pada awal kehidupan, kolostrum memiliki konsentrasi tinggi berbagai komponen imun. Setelah produksi ASI meningkat, komposisi bergeser untuk mendukung kebutuhan energi dan pertumbuhan bayi yang semakin besar.
Jadi, istilah “ASI menyesuaikan kebutuhan bayi” dapat digunakan sebagai penyederhanaan edukatif, tetapi sebaiknya tidak diterjemahkan menjadi klaim bahwa payudara selalu mengetahui penyakit spesifik bayi dan langsung menghasilkan formula antibodi yang persis ditargetkan pada penyakit tersebut.
Apa yang Terjadi Ketika Bayi atau Ibu Sedang Sakit?
Inilah bagian menarik dari pesan video. Sejumlah studi menemukan bahwa jumlah leukosit atau beberapa faktor imun dalam ASI dapat meningkat ketika ibu mengalami infeksi. Penelitian lain juga mengamati perubahan komponen imun ketika bayi yang menyusu sedang mengalami infeksi. Studi terbaru pada infeksi saluran napas bayi, misalnya, menemukan peningkatan beberapa sitokin, kemokin, IgA, dan IgG dalam ASI.
Temuan tersebut mendukung gagasan adanya interaksi imunologis yang dinamis antara ibu dan bayi. Namun, penelitian di bidang ini masih berkembang. Tidak semua perubahan telah diketahui mekanismenya dan belum tepat menjanjikan bahwa setiap penyakit bayi akan menghasilkan respons ASI yang sama.
Bagi orang tua, tidak perlu mencoba menilai “kualitas” ASI dari warna, kekentalan, atau tampilan. ASI dapat terlihat berbeda karena banyak faktor dan penampilan saja tidak dapat menunjukkan kadar antibodi atau menentukan apakah ASI “lebih kuat”.
Mengapa Kolostrum Sangat Kaya Faktor Imun?
Kolostrum diproduksi pada hari-hari pertama setelah melahirkan dalam volume yang relatif kecil. Meski volumenya tidak sebanyak ASI matur, kolostrum sangat kaya protein dan berbagai komponen imun. Review tentang komposisi ASI menunjukkan kolostrum mengandung kadar tinggi sIgA, lactoferrin, leukosit, HMO, dan faktor bioaktif lain.
Karena lambung bayi baru lahir masih kecil, jumlah kolostrum yang tampak sedikit tidak otomatis berarti tidak cukup. Inisiasi menyusu dini, kontak kulit ke kulit, pelekatan yang baik, serta menyusui sesuai kebutuhan membantu proses awal menyusui.