Mengapa ASI Eksklusif Berperan dalam Pencegahan Stunting?

Syafaria Hadyandari
11 Min Read
Ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayi untuk mendukung pertumbuhan optimal
Ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayi untuk mendukung pertumbuhan optimal

HALLOBUNDA.CO – Ketika membicarakan stunting, perhatian sering langsung tertuju pada tinggi badan anak. Padahal, stunting merupakan masalah pertumbuhan dan perkembangan yang dipengaruhi oleh kekurangan gizi dalam jangka panjang, infeksi berulang, kondisi kesehatan ibu, kualitas pengasuhan, serta lingkungan. Karena prosesnya dapat dimulai sejak awal kehidupan, pemberian ASI eksklusif menjadi salah satu fondasi penting dalam pencegahannya.

WHO merekomendasikan bayi mendapat ASI eksklusif selama enam bulan pertama agar pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatannya optimal. Setelah itu, bayi memerlukan makanan pendamping ASI yang aman dan bergizi sambil tetap menyusu hingga usia dua tahun atau lebih. Artinya, ASI eksklusif berperan besar, tetapi pencegahan stunting tidak berhenti pada bulan keenam.

Baca Juga  Terlalu Banyak Main Bisa Bikin Bayi Stres? Kenali Tanda Overstimulasi Sejak Dini

Apa Itu ASI Eksklusif?

ASI eksklusif berarti bayi memperoleh ASI saja sejak lahir sampai berusia enam bulan, tanpa tambahan makanan atau minuman lain, kecuali obat, vitamin, atau mineral berdasarkan indikasi tenaga kesehatan. Praktik ini idealnya dimulai dengan inisiasi menyusu dini dan pemberian kolostrum, yaitu cairan awal yang kaya komponen perlindungan.

ASI bukan sekadar sumber kalori. Komposisinya menyesuaikan kebutuhan bayi dan mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, enzim, hormon, antibodi, serta berbagai komponen bioaktif. Kombinasi tersebut mendukung pematangan sistem pencernaan, kekebalan tubuh, dan perkembangan bayi.

Mengapa ASI Eksklusif Berkaitan dengan Pencegahan Stunting?

1. Menyediakan nutrisi sesuai kebutuhan enam bulan pertama

Pada bayi sehat yang lahir cukup bulan, ASI dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi selama enam bulan pertama. Asupan yang sesuai membantu bayi bertumbuh mengikuti potensi biologisnya. Ini penting karena gangguan pertumbuhan yang berlangsung lama dapat berkontribusi pada risiko stunting.

Baca Juga  Anak Bisa Stunting Jika Terus Terpapar Polusi Udara, Begini 5 Cara Pencegahannya

2. Membantu melindungi bayi dari infeksi

Infeksi berulang—terutama diare dan infeksi saluran pernapasan—dapat mengganggu nafsu makan, penyerapan zat gizi, dan penggunaan energi untuk pertumbuhan. ASI mengandung faktor imun yang membantu melindungi bayi dari sejumlah infeksi. Ketika frekuensi dan keparahan infeksi berkurang, zat gizi dapat lebih efektif digunakan untuk tumbuh kembang.

3. Mendukung kesehatan saluran cerna

Komponen ASI membantu membentuk lingkungan mikrobiota usus yang mendukung pencernaan dan pertahanan tubuh. Saluran cerna yang sehat berperan dalam penyerapan zat gizi. Meski demikian, kesehatan usus dipengaruhi pula oleh kebersihan, air bersih, sanitasi, dan penanganan penyakit secara tepat.

4. Menjadi bagian penting dari 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan berlangsung sejak masa kehamilan hingga anak berusia sekitar dua tahun. Pada masa ini, organ, otak, sistem imun, dan jaringan tubuh berkembang pesat. ASI eksklusif menempati enam bulan penting dalam periode tersebut, di antara nutrisi ibu saat hamil dan pemberian MPASI setelah usia enam bulan.

Baca Juga  Minum dan Makan Cukup: Kunci Menjaga Mood Belajar Anak

ASI Eksklusif Bukan Satu-satunya Faktor

Penting untuk menyampaikan hubungan ASI dan stunting secara proporsional. Anak yang tidak mendapat ASI eksklusif tidak otomatis mengalami stunting. Sebaliknya, bayi yang memperoleh ASI eksklusif tetap dapat berisiko bila setelah enam bulan tidak mendapat MPASI yang cukup, sering mengalami infeksi, lahir dengan berat badan rendah, memiliki kondisi medis tertentu, atau hidup dalam lingkungan dengan sanitasi buruk.

Karena itu, orang tua tidak perlu merasa bersalah ketika proses menyusui menghadapi kendala. Produksi ASI, kondisi kesehatan ibu dan bayi, kelahiran prematur, perlekatan, pekerjaan, dukungan keluarga, serta akses terhadap konselor laktasi dapat memengaruhi perjalanan menyusui. Prioritasnya adalah memastikan kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi dengan pendampingan tenaga kesehatan.

Share this Article
Reading: Mengapa ASI Eksklusif Berperan dalam Pencegahan Stunting?