Mengapa ASI Eksklusif Berperan dalam Pencegahan Stunting?

Syafaria Hadyandari
11 Min Read
Ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayi untuk mendukung pertumbuhan optimal
Ibu memberikan ASI eksklusif kepada bayi untuk mendukung pertumbuhan optimal
Menu MPASI bergizi dengan protein hewani untuk bayi usia enam bulan
Menu MPASI bergizi dengan protein hewani untuk bayi usia enam bulan

Apa yang Perlu Dilakukan Setelah Bayi Berusia Enam Bulan?

Mulai usia enam bulan, ASI saja tidak lagi cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan energi dan zat gizi bayi. MPASI perlu diberikan tepat waktu sambil melanjutkan ASI. Pada fase ini, kualitas, jumlah, tekstur, frekuensi, keamanan, dan respons orang tua saat memberi makan sama-sama penting.

  • Berikan sumber protein hewani seperti telur, ikan, ayam, daging, atau hati sesuai usia dan anjuran tenaga kesehatan.
  • Sertakan sumber karbohidrat, sayur, buah, dan lemak tambahan agar makanan padat energi.
  • Tingkatkan tekstur secara bertahap agar kemampuan mengunyah dan makan berkembang.
  • Gunakan air bersih, cuci tangan, dan simpan makanan dengan aman untuk mencegah kontaminasi.
  • Terapkan responsive feeding: kenali tanda lapar dan kenyang tanpa memaksa atau mengalihkan perhatian berlebihan.
Baca Juga  Ibu-Ibu Pemegang Peran Utama: Kesuksesan Rekor MURI “Pembagian Paket Sayur dan Lauk Terbanyak Kepada Masyarakat” Oleh Yayasan Amal Bunda

Cara Mendukung Keberhasilan ASI Eksklusif

Mulai sedini mungkin

Kontak kulit ke kulit dan inisiasi menyusu dini dapat membantu bayi mulai menyusu serta mendukung produksi ASI. Bila kondisi ibu atau bayi membutuhkan perawatan khusus, diskusikan pilihan terbaik dengan tenaga kesehatan.

Pastikan perlekatan dan posisi menyusui nyaman

Perlekatan yang kurang tepat dapat menyebabkan nyeri dan membuat transfer ASI tidak efektif. Bidan atau konselor laktasi dapat menilai posisi, perlekatan, frekuensi menyusu, dan tanda kecukupan asupan.

Susui sesuai kebutuhan bayi

Bayi baru lahir umumnya menyusu sering. Menyusui berdasarkan tanda lapar membantu merangsang produksi ASI. Tanda lapar awal dapat berupa membuka mulut, mencari payudara, atau memasukkan tangan ke mulut; menangis biasanya merupakan tanda lapar yang lebih lanjut.

Baca Juga  Nutrisi yang Sering Terlupa pada Anak Aktif: 7 Zat Gizi Penting agar Tumbuh Optimal

Bangun sistem dukungan

Ayah dan keluarga dapat membantu pekerjaan rumah, menyiapkan makanan ibu, menjaga kenyamanan, dan menghindari komentar yang menambah tekanan. Bagi ibu bekerja, perencanaan memerah, menyimpan, dan memberikan ASI perah perlu disesuaikan dengan kondisi serta panduan keamanan.

Share this Article
Reading: Mengapa ASI Eksklusif Berperan dalam Pencegahan Stunting?