Daya Tahan Tubuh Bayi Masih Berkembang: Ini Peran Komponen Imun dalam ASI

Syafaria Hadyandari
11 Min Read
Ibu menyusui bayi untuk mendukung nutrisi dan daya tahan tubuh
Ibu menyusui bayi untuk mendukung nutrisi dan daya tahan tubuh

HALLOBUNDA.CO – Ketika bayi baru lahir, tubuhnya tidak datang ke dunia tanpa pertahanan. Ia sudah memiliki sistem imun bawaan dan menerima sebagian antibodi dari ibu selama kehamilan. Namun, banyak bagian dari sistem pertahanan tersebut masih dalam proses pematangan. Karena itulah bayi—terutama pada bulan-bulan pertama—membutuhkan dukungan nutrisi, perlindungan dari paparan infeksi, imunisasi, serta pengasuhan yang sesuai.

Salah satu dukungan biologis yang unik adalah ASI. Selain mengandung energi dan zat gizi, ASI membawa antibodi dan berbagai faktor bioaktif yang berinteraksi dengan permukaan saluran cerna, mikrobiota, serta sistem imun bayi. Dalam video Youtube Shorts Hallo Bunda dan WHO juga menyebut ASI mengandung antibodi yang membantu melindungi bayi dari berbagai penyakit anak yang umum. Namun, manfaat ini sebaiknya dipahami secara proporsional: ASI membantu pertahanan tubuh, bukan membuat bayi mustahil terkena infeksi.

Baca Juga  ASI Eksklusif vs Susu Formula: Mana yang Terbaik untuk si Kecil?

Mengapa Sistem Imun Bayi Masih Perlu Berkembang?

Sistem imun terdiri dari banyak lapisan. Pertahanan bawaan bekerja cepat terhadap ancaman, sedangkan sistem imun adaptif membangun respons yang lebih spesifik dan memori imun. Pada bayi, kedua sistem tersebut sudah ada, tetapi beberapa fungsi sel, antibodi mukosa, komplemen, dan mekanisme pengaturan inflamasi belum seefisien pada orang dewasa. Proses pematangan terjadi bertahap seiring usia dan paparan lingkungan.

Inilah alasan istilah “imun bayi belum matang” lebih tepat daripada mengatakan bayi “tidak punya imun”. Bayi memiliki pertahanan, tetapi kapasitas dan koordinasinya masih berkembang. Pada periode ini, perlindungan maternal, ASI, imunisasi, kebersihan tangan, nutrisi, tidur, dan penanganan infeksi yang tepat bekerja sebagai bagian dari ekosistem kesehatan bayi.

Baca Juga  Camilan Sehat yang Mendukung Energi Anak Aktif

Apa Saja Komponen Imun yang Terdapat dalam ASI?

ASI bukan cairan dengan komposisi yang sepenuhnya tetap. Kandungannya berubah dari kolostrum menuju ASI transisi dan ASI matur, serta dapat bervariasi antaribu dan sepanjang masa laktasi. Di dalamnya terdapat komponen nutrisi sekaligus faktor bioaktif.

Salah satu yang paling banyak dipelajari adalah secretory immunoglobulin A atau sIgA. Antibodi ini membantu melapisi permukaan mukosa, terutama saluran cerna, sehingga dapat menghambat mikroorganisme menempel dan masuk ke jaringan. ASI juga mengandung imunoglobulin lain dalam kadar yang berbeda, termasuk IgM dan IgG.

Komponen lain adalah laktoferin, protein pengikat zat besi yang memiliki berbagai fungsi biologis dan dapat membantu membatasi pertumbuhan mikroorganisme tertentu. Ada pula lisozim, enzim yang dapat merusak struktur beberapa bakteri. Sel darah putih, sitokin, faktor pertumbuhan, serta molekul pengatur inflamasi turut menjadi bagian dari lingkungan biologis ASI.

Baca Juga  ASI dan Kekebalan Bayi: Mengapa Komposisinya Bisa Berubah Mengikuti Kebutuhan Si Kecil?

Human milk oligosaccharides atau HMO juga menarik perhatian. HMO bukan sekadar “gula untuk energi”. Sebagian besar tidak dicerna seperti karbohidrat biasa, tetapi berperan sebagai substrat bagi mikroba tertentu yang menguntungkan dan dapat bertindak sebagai umpan sehingga beberapa patogen lebih sulit menempel pada permukaan mukosa.

Share this Article
Reading: Daya Tahan Tubuh Bayi Masih Berkembang: Ini Peran Komponen Imun dalam ASI