Ucapan Anak Belum Jelas? 7 Cara Melatih Artikulasi Lewat Rutinitas yang Menyenangkan

Syafaria Hadyandari
7 Min Read
ibu dan anak melakukan stimulasi artikulasi sambil bermain dan berbicara.
Ibu dan anak melakukan stimulasi artikulasi sambil bermain dan berbicara.

HALLOBUNDA.CO – Si Kecil sudah banyak bercerita, tetapi beberapa kata masih terdengar kurang jelas? Dalam perkembangan bicara, anak memang belajar mengatur gerakan bibir, lidah, rahang, aliran udara, dan suara secara bertahap. Proses menghasilkan bunyi ujaran inilah yang berkaitan dengan artikulasi. Karena kemampuan setiap anak berkembang dengan pola berbeda, tujuan stimulasi di rumah bukan menuntut ucapan langsung sempurna, melainkan menyediakan banyak contoh bunyi dan kesempatan berkomunikasi yang menyenangkan.

Apa Itu Artikulasi pada Anak?

Artikulasi adalah proses membentuk bunyi bicara menggunakan struktur dan gerakan di area mulut. Dalam praktik sehari-hari, orang tua mungkin memperhatikan anak mengganti satu bunyi dengan bunyi lain, menghilangkan bagian kata, atau mengucapkan bunyi tertentu secara belum konsisten. Sebagian pola dapat muncul selama perkembangan, tetapi kejelasan bicara juga perlu dilihat bersama usia, kemampuan bahasa, pendengaran, dan seberapa mudah anak dipahami oleh orang lain.

Baca Juga  Stop Marahi si Kecil! Gunakan 5 Kalimat Menenangkan ini agar Anak Berhenti Menangis

American Speech-Language-Hearing Association (ASHA) menjelaskan bahwa gangguan bunyi bicara dapat melibatkan kesulitan pada persepsi, produksi motorik, atau representasi bunyi. Karena itu, latihan di rumah sebaiknya tidak berubah menjadi sesi koreksi terus-menerus. Interaksi responsif tetap menjadi fondasi.

7 Stimulasi Artikulasi Sederhana yang Bisa Dicoba

1. Bicara perlahan dengan wajah terlihat

Saat mengucapkan kata baru, posisikan wajah pada jarak nyaman sehingga anak dapat melihat gerakan bibir. Ucapkan secara natural dan sedikit lebih lambat, bukan dengan gerakan mulut berlebihan. Model yang jelas membantu anak memperoleh informasi visual sekaligus auditori.

2. Gunakan teknik ulang dan perluas

Jika anak berkata, “tat” untuk “cat”, Bunda tidak harus meminta ia mengulang berkali-kali. Cukup berikan model: “Iya, cat. Cat warna biru.” Anak tetap merasa pesannya diterima sekaligus mendengar bentuk kata yang benar.

Baca Juga  Si Kecil Sering Mabuk saat Perjalanan? Begini 5 Cara Mengatasinya

3. Pilih kata dari benda yang disukai anak

Mobil, bola, boneka, makanan, atau nama anggota keluarga biasanya lebih bermakna daripada daftar kata acak. Pilih beberapa kata target dalam permainan dan ulang secara natural dalam konteks yang sama.

4. Bermain kata berima dan lagu

Lagu anak, tepuk irama, dan permainan rima membuat anak mendengar pola bunyi berulang. Fokuskan pada kesenangan dan ritme. Aktivitas ini membantu kesadaran terhadap bunyi bahasa tanpa harus menguji anak.

Share this Article
Reading: Ucapan Anak Belum Jelas? 7 Cara Melatih Artikulasi Lewat Rutinitas yang Menyenangkan