10 Menit Ngobrol Berkualitas: Rutinitas Sederhana agar Anak Makin Banyak Bercerita

Syafaria Hadyandari
8 Min Read
Ibu dan anak ngobrol 10 menit sambil bermain di rumah
Ibu dan anak ngobrol 10 menit sambil bermain di rumah

HALLOBUNDA.CO – “Tadi di sekolah ngapain?” “Main.” “Sama siapa?” “Teman.” Percakapan seperti ini mungkin terasa familiar. Bunda sudah berusaha mengajak ngobrol, tetapi jawaban si Kecil tetap pendek. Alih-alih menambah jumlah pertanyaan, coba ubah pola percakapannya. Sepuluh menit interaksi yang hangat dan responsif setiap hari dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk mendengar kosakata, menyusun kalimat, bergantian bicara, dan belajar menceritakan pengalamannya.

ASHA menyarankan keluarga untuk banyak berbicara tentang apa yang sedang dilakukan atau dilihat anak, menggunakan beragam kata, mendengarkan dan merespons, bercerita, membaca bersama, serta mengajukan pertanyaan yang membutuhkan jawaban lebih dari sekadar “ya” atau “tidak”. Intinya bukan membuat sesi belajar formal, tetapi menciptakan percakapan dua arah yang terasa aman dan menyenangkan.

Baca Juga  Anak Sudah Banyak Kata tapi Sulit Bercerita? 7 Cara Melatih Bahasa Ekspresif

Kenapa 10 Menit Ngobrol Bisa Bermakna?

Anak belajar bahasa dari interaksi yang berulang. Saat Bunda memberi komentar, menunggu respons, lalu menanggapi apa yang anak katakan, ia mendapatkan contoh bagaimana percakapan berjalan. Pada usia 2 tahun, salah satu milestone komunikasi CDC adalah mulai menggabungkan sedikitnya dua kata. Menjelang usia 3 tahun, milestone mencakup percakapan dengan setidaknya dua pertukaran bolak-balik. Milestone adalah panduan pemantauan, bukan target yang harus “dikejar” dalam satu sesi.

Pola Ngobrol 10 Menit: Lihat – Komentar – Tunggu – Kembangkan

Menit 1–2: Ikuti apa yang sedang menarik perhatian anak

Mulailah dari dunia anak. Jika ia sedang menyusun balok, melihat kendaraan, menggambar, atau membuka buku, masuklah ke aktivitas itu. Tidak perlu langsung bertanya. Bunda bisa berkata, “Wah, balok merahnya tinggi,” atau “Mobil birunya melaju cepat.” Komentar memberi contoh bahasa tanpa menuntut jawaban.

Baca Juga  Anak Paham tapi Belum Banyak Bicara? Kenali Bahasa Reseptif dan Ekspresif

Menit 3–4: Beri jeda agar anak punya ruang bicara

Setelah berkomentar, tunggu beberapa detik. Anak membutuhkan waktu untuk memproses kata dan menyusun respons. Jika ia menunjuk atau mengeluarkan satu kata, anggap itu sebagai bagian percakapan. Bunda dapat merespons dengan antusias tanpa mendesaknya mengulang.

Menit 5–6: Kembangkan ucapan anak satu tingkat lebih panjang

Jika anak berkata “mobil”, Bunda dapat menambahkan, “Iya, mobil merah.” Jika ia berkata “mobil merah”, lanjutkan dengan, “Mobil merahnya jalan cepat.” Teknik memperluas kalimat memberi model bahasa yang sedikit lebih kompleks sambil tetap mengikuti maksud anak.

Share this Article
Reading: 10 Menit Ngobrol Berkualitas: Rutinitas Sederhana agar Anak Makin Banyak Bercerita