HALLOBUNDA.CO – “Tadi di sekolah ngapain?” “Main.” “Sama siapa?” “Teman.” Percakapan seperti ini mungkin terasa familiar. Bunda sudah berusaha mengajak ngobrol, tetapi jawaban si Kecil tetap pendek. Alih-alih menambah jumlah pertanyaan, coba ubah pola percakapannya. Sepuluh menit interaksi yang hangat dan responsif setiap hari dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk mendengar kosakata, menyusun kalimat, bergantian bicara, dan belajar menceritakan pengalamannya.
ASHA menyarankan keluarga untuk banyak berbicara tentang apa yang sedang dilakukan atau dilihat anak, menggunakan beragam kata, mendengarkan dan merespons, bercerita, membaca bersama, serta mengajukan pertanyaan yang membutuhkan jawaban lebih dari sekadar “ya” atau “tidak”. Intinya bukan membuat sesi belajar formal, tetapi menciptakan percakapan dua arah yang terasa aman dan menyenangkan.
Kenapa 10 Menit Ngobrol Bisa Bermakna?
Anak belajar bahasa dari interaksi yang berulang. Saat Bunda memberi komentar, menunggu respons, lalu menanggapi apa yang anak katakan, ia mendapatkan contoh bagaimana percakapan berjalan. Pada usia 2 tahun, salah satu milestone komunikasi CDC adalah mulai menggabungkan sedikitnya dua kata. Menjelang usia 3 tahun, milestone mencakup percakapan dengan setidaknya dua pertukaran bolak-balik. Milestone adalah panduan pemantauan, bukan target yang harus “dikejar” dalam satu sesi.
Pola Ngobrol 10 Menit: Lihat – Komentar – Tunggu – Kembangkan
Menit 1–2: Ikuti apa yang sedang menarik perhatian anak
Mulailah dari dunia anak. Jika ia sedang menyusun balok, melihat kendaraan, menggambar, atau membuka buku, masuklah ke aktivitas itu. Tidak perlu langsung bertanya. Bunda bisa berkata, “Wah, balok merahnya tinggi,” atau “Mobil birunya melaju cepat.” Komentar memberi contoh bahasa tanpa menuntut jawaban.
Menit 3–4: Beri jeda agar anak punya ruang bicara
Setelah berkomentar, tunggu beberapa detik. Anak membutuhkan waktu untuk memproses kata dan menyusun respons. Jika ia menunjuk atau mengeluarkan satu kata, anggap itu sebagai bagian percakapan. Bunda dapat merespons dengan antusias tanpa mendesaknya mengulang.
Menit 5–6: Kembangkan ucapan anak satu tingkat lebih panjang
Jika anak berkata “mobil”, Bunda dapat menambahkan, “Iya, mobil merah.” Jika ia berkata “mobil merah”, lanjutkan dengan, “Mobil merahnya jalan cepat.” Teknik memperluas kalimat memberi model bahasa yang sedikit lebih kompleks sambil tetap mengikuti maksud anak.

Subscribe to my channel