Anak Belum Lancar Bicara? Pantau 5 Pola Ini Sebelum Menyimpulkan Speech Delay

Syafaria Hadyandari
9 Min Read

HALLOBUNDA.CO – Ketika anak belum banyak bicara, kekhawatiran orang tua sering langsung tertuju pada satu pertanyaan: “Berapa kata yang seharusnya sudah bisa diucapkan?” Padahal, perkembangan komunikasi lebih luas daripada menghitung kosakata. Cara anak memahami ucapan, menggunakan gestur, mengajak orang lain berinteraksi, merespons suara, dan terus menambah kemampuan dari waktu ke waktu sama pentingnya untuk diperhatikan.

Karena itu, mengenali red flag speech delay sebaiknya dilakukan dengan melihat pola perkembangan, bukan mencocokkan anak dengan satu angka. Milestone membantu orang tua mengetahui kemampuan yang umumnya sudah muncul pada usia tertentu, tetapi bukan alat diagnosis. CDC menjelaskan bahwa milestone adalah kemampuan yang dapat dilakukan sebagian besar anak pada usia tertentu dan checklist milestone tidak menggantikan skrining perkembangan yang tervalidasi.

Baca Juga  10 Aktivitas Outdoor Keluarga untuk Stimulasi Anak

Red Flag Speech Delay Bukan Hanya Soal Anak Belum Banyak Kata

Istilah speech delay sering dipakai sehari-hari untuk menggambarkan keterlambatan bicara. Dalam evaluasi profesional, kemampuan bicara dan bahasa dilihat lebih menyeluruh: bahasa reseptif atau pemahaman, bahasa ekspresif atau kemampuan menyampaikan pesan, penggunaan gestur, kejelasan bunyi, interaksi sosial, serta pendengaran. Itulah sebabnya dua anak dengan jumlah kata yang mirip belum tentu memiliki kebutuhan yang sama.

Pada usia 2 tahun, misalnya, CDC memasukkan kemampuan menggabungkan setidaknya dua kata sebagai salah satu milestone bahasa dan komunikasi. Pada 30 bulan, milestone mencakup sekitar 50 kata dan gabungan dua kata atau lebih dengan kata kerja. Pada usia 3 tahun, percakapan dengan sedikitnya dua pertukaran bolak-balik dan ucapan yang dapat dipahami orang lain sebagian besar waktu termasuk kemampuan yang dipantau.

Baca Juga  Putri Komedian Komeng Tersedak Mie Hingga Meninggal, Begini Penyebab dan 3 Cara Atasinya

5 Pola Perkembangan yang Lebih Penting untuk Dipantau

1. Kemampuan baru tidak bertambah dari waktu ke waktu

Alih-alih hanya mencatat jumlah kata hari ini, perhatikan trennya selama beberapa minggu atau bulan. Apakah anak mulai menggunakan kata baru, menggabungkan kata, mencoba gestur baru, atau semakin aktif mengajak orang lain berkomunikasi? Perkembangan yang benar-benar stagnan layak dibicarakan dengan tenaga profesional, terutama bila disertai kekhawatiran lain.

2. Anak sulit memahami bahasa sederhana yang sesuai usianya

Kemampuan memahami bahasa sering muncul sebelum anak mampu mengucapkan banyak kata. Karena itu, perhatikan apakah anak dapat menunjuk benda ketika diminta, memahami nama bagian tubuh, atau mengikuti instruksi sederhana sesuai tahap usia. Kesulitan pemahaman yang konsisten dapat menjadi petunjuk bahwa yang perlu dievaluasi bukan hanya produksi kata.

Baca Juga  Anak Terlambat Bicara? Amati 7 Pola Komunikasi Ini, Bukan Cuma Kosakata

3. Komunikasi nonverbal dan interaksi dua arah sangat terbatas

Menunjuk, mengangguk, melambaikan tangan, membawa benda untuk diperlihatkan, menatap untuk berbagi perhatian, serta bergiliran dalam interaksi merupakan bagian dari komunikasi. Anak yang belum lancar bicara tetapi aktif menggunakan gestur dan berusaha terhubung memiliki profil yang berbeda dari anak yang jarang menggunakan kata maupun gestur.

Share this Article
Reading: Anak Belum Lancar Bicara? Pantau 5 Pola Ini Sebelum Menyimpulkan Speech Delay