HALLOBUNDA.CO – Mendengar si Kecil mengucapkan “Mama”, “Ayah”, “mau”, atau nama benda favoritnya untuk pertama kali sering menjadi momen yang membahagiakan. Namun setelah kata pertama anak muncul, perkembangan bahasa tidak berhenti di sana. Anak mulai menghubungkan kata dengan orang, benda, tindakan, dan pengalaman. Dari sinilah kosakata perlahan bertambah dan menjadi bekal untuk menyampaikan kebutuhan, bertanya, bercerita, serta memahami percakapan.
Dari Kata Pertama Menuju Kosakata yang Makin Kaya
Perkembangan bahasa terjadi melalui proses yang bertahap. NIDCD menjelaskan bahwa tiga tahun pertama kehidupan merupakan periode yang sangat intens untuk memperoleh kemampuan bicara dan bahasa, terutama ketika anak berada dalam lingkungan yang kaya suara, interaksi, dan paparan bahasa. Menjelang ulang tahun pertama, sebagian anak sudah memiliki satu atau dua kata; pada usia 1–2 tahun, anak umumnya terus memperoleh kata baru dan mulai menggabungkan kata.
Milestone bukan perlombaan. ASHA menekankan bahwa setiap anak berkembang secara unik dan dapat mencapai keterampilan pada waktu yang berbeda dalam suatu rentang usia. Karena itu, lebih bermanfaat bagi Bunda untuk memperhatikan pola kemajuan komunikasi anak daripada membandingkan jumlah katanya dengan anak lain.
Kosakata Anak Bertambah dari Interaksi, Bukan Sekadar Hafalan
Anak mempelajari kata dengan lebih bermakna ketika kata tersebut hadir dalam konteks. Kata “sendok” lebih mudah dipahami ketika Bunda menyebutnya saat anak melihat atau memegang sendok. Kata “tuang” mendapat makna ketika anak melihat air dituangkan. Interaksi dua arah juga penting: anak mengeluarkan suara, menunjuk, atau mengatakan satu kata; orang tua merespons dan menambahkan bahasa yang sedikit lebih kaya.
ASHA menyarankan orang tua berbicara tentang apa yang sedang dilakukan, menggunakan beragam kata, mendengarkan dan merespons anak, serta membaca dan bercerita sesering mungkin. Jadi, stimulasi kosakata tidak harus berbentuk sesi belajar khusus. Rutinitas harian justru menyediakan banyak kesempatan alami untuk belajar bahasa.
7 Cara Alami Menambah Kosakata Anak
1. Narasikan aktivitas sehari-hari
Saat mandi, makan, memakai baju, atau berjalan keluar rumah, ceritakan apa yang sedang terjadi dengan kalimat singkat. “Kita buka pintu.” “Airnya hangat.” “Adik pakai kaus biru.” Kata yang berulang dalam konteks nyata membantu anak memahami makna tanpa merasa sedang diuji.
2. Ikuti fokus perhatian anak
Jika anak sedang tertarik pada mobil, gunakan momen itu untuk memperkaya bahasa: “Mobil merah,” “Mobil jalan cepat,” atau “Mobil masuk garasi.” Membicarakan hal yang sedang diperhatikan anak membuat kata baru lebih relevan dan mudah dikaitkan dengan pengalaman.
3. Perluas satu kata menjadi frasa pendek
Ketika anak mengatakan “bola”, Bunda tidak perlu meminta ia mengulang berkali-kali. Balas secara alami, misalnya, “Iya, bola besar,” atau “Bolanya menggelinding.” ASHA juga merekomendasikan mengulang ucapan anak lalu menambahkan informasi. Anak mendapat model bahasa yang sedikit lebih kompleks tanpa tekanan.
4. Beri pilihan dengan kata yang jelas
Alih-alih langsung memberikan camilan, coba tanyakan, “Mau pisang atau roti?” Pilihan memberi anak kesempatan mendengar dua kata dalam konteks dan mendorongnya merespons dengan gestur, suara, atau kata sesuai kemampuan.