Anak Belum Lancar Bicara? Pantau 5 Pola Ini Sebelum Menyimpulkan Speech Delay

Syafaria Hadyandari
9 Min Read
Pola red flag speech delay yang perlu dipantau orang tua
Pola red flag speech delay yang perlu dipantau orang tua

4. Respons terhadap suara atau panggilan tidak konsisten

Pendengaran berperan penting dalam perkembangan bicara dan bahasa. Anak yang tampak sering tidak merespons suara, perlu volume sangat keras, atau responsnya terhadap panggilan tidak konsisten sebaiknya tidak hanya dianggap “sedang fokus”. Pemeriksaan pendengaran dapat menjadi bagian penting dari evaluasi ketika ada kekhawatiran komunikasi.

5. Anak kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki

Kehilangan kata, gestur, atau keterampilan komunikasi yang sebelumnya digunakan merupakan tanda yang perlu segera dibicarakan dengan dokter. Dalam konteks perkembangan, regresi berbeda dari variasi kecepatan belajar karena kemampuan yang sudah ada justru menghilang atau berkurang nyata.

Panduan Usia: Apa yang Bisa Bunda Jadikan Acuan?

Acuan usia berikut bukan checklist diagnosis. Gunakan sebagai bahan observasi dan diskusi dengan dokter bila Bunda memiliki kekhawatiran.

Sekitar usia 2 tahun

CDC mencantumkan kemampuan menunjuk benda di buku saat ditanya, menggabungkan setidaknya dua kata, menunjuk sedikitnya dua bagian tubuh ketika diminta, dan menggunakan gestur selain melambaikan atau menunjuk sebagai milestone komunikasi usia 2 tahun.

Baca Juga  Red Flag Speech Delay: 7 Tanda Perkembangan Bicara Anak yang Perlu Bunda Perhatikan

Sekitar usia 30 bulan

Pada 30 bulan, CDC mencantumkan sekitar 50 kata, gabungan dua kata atau lebih dengan satu kata tindakan, menyebut nama benda dalam buku saat ditanya, serta menggunakan kata seperti “aku”, “saya”, atau “kita” sebagai contoh milestone bahasa dan komunikasi.

Sekitar usia 3 tahun

Pada usia 3 tahun, CDC mencantumkan percakapan dengan setidaknya dua pertukaran bolak-balik, pertanyaan seperti siapa/apa/di mana/mengapa, menyebut tindakan pada gambar, menyebut nama sendiri ketika ditanya, serta berbicara cukup jelas sehingga orang lain memahami sebagian besar waktunya.

Apa yang Bisa Dilakukan Bunda Sambil Memantau?

Bangun lebih banyak kesempatan komunikasi alami. Ikuti fokus anak lalu beri komentar singkat, misalnya “Mobil merah jalan.” Beri jeda agar anak punya kesempatan merespons. Bila anak menunjuk susu, Bunda dapat memodelkan “mau susu” tanpa memaksanya mengulang. Membaca buku bergambar, bernyanyi, bermain pura-pura, dan ngobrol saat makan atau mandi juga memberi paparan bahasa yang bermakna.

Catat contoh konkret yang Bunda lihat: kata atau kombinasi kata yang digunakan, jenis instruksi yang dipahami, gestur yang muncul, respons terhadap suara, dan apakah kemampuan bertambah. Catatan seperti ini lebih berguna saat konsultasi dibanding hanya mengatakan “anak belum lancar bicara”.

Baca Juga  Checklist Bicara Anak Sesuai Usia: Apa yang Perlu Dipantau dari 12 Bulan hingga 5 Tahun?

Kapan Sebaiknya Tidak Menunggu?

Bicarakan dengan dokter anak bila Bunda merasa anak tidak mencapai banyak milestone dalam rentang usianya, komunikasi tidak menunjukkan kemajuan, pemahaman bahasa tampak tertinggal, respons terhadap suara mengkhawatirkan, atau interaksi verbal dan nonverbal sangat terbatas. Evaluasi dapat melibatkan dokter anak, terapis wicara atau speech-language pathologist, serta audiolog sesuai kebutuhan.

HealthyChildren dari American Academy of Pediatrics menekankan bahwa bila orang tua memiliki kekhawatiran tentang perkembangan bahasa, anak sebaiknya dievaluasi. Intervensi dini dapat membantu ketika memang terdapat keterlambatan. Bunda tidak perlu menunggu sampai masalah terlihat “berat” untuk mulai berdiskusi dengan tenaga kesehatan.

Pantau Polanya, Bukan Membandingkan Anak

Perbedaan tempo perkembangan memang ada, tetapi “setiap anak berbeda” bukan alasan untuk mengabaikan kekhawatiran yang menetap. Fokuslah pada pola: apakah kemampuan memahami, berbicara, menggunakan gestur, berinteraksi, dan merespons suara terus berkembang. Dengan pemantauan yang tenang dan evaluasi ketika diperlukan, orang tua dapat mengambil langkah lebih tepat tanpa memberi label pada anak terlalu dini.

Bunda bisa melanjutkan pemantauan dengan membaca artikel Hallo Bunda tentang Anak Paham Instruksi tapi Belum Bicara, Bahasa Ekspresif vs Reseptif, dan Cara Ngobrol 10 Menit Sehari.

FAQ (People Also Ask)

Apa yang dimaksud red flag speech delay?

Red flag speech delay adalah tanda atau pola perkembangan komunikasi yang menunjukkan perlunya pemantauan atau evaluasi lebih lanjut. Red flag bukan diagnosis.

Baca Juga  Pengasuh Ceroboh, Bayi Tewas Usai Jatuh Dari Gendongan, Begini 5 Cara Gendong yang Benar

Apakah anak usia 2 tahun yang belum banyak bicara pasti speech delay?

Tidak dapat ditentukan hanya dari jumlah kata. Pada usia 2 tahun, milestone komunikasi juga mencakup menggabungkan sedikitnya dua kata, menunjuk benda atau bagian tubuh saat diminta, dan menggunakan beragam gestur.

Berapa kata yang umumnya digunakan anak usia 30 bulan?

CDC mencantumkan sekitar 50 kata sebagai salah satu milestone bahasa dan komunikasi pada usia 30 bulan, bersama kemampuan menggabungkan dua kata atau lebih dengan kata tindakan.

Apa bedanya terlambat bicara dan terlambat bahasa?

Bicara berkaitan dengan produksi suara dan kata, sedangkan bahasa mencakup memahami serta menyampaikan makna. Anak dapat mengalami kesulitan pada salah satu atau keduanya.

Apakah pendengaran perlu diperiksa jika anak terlambat bicara?

Masalah pendengaran dapat memengaruhi perkembangan bicara dan bahasa. Bila ada kekhawatiran komunikasi atau respons terhadap suara, tenaga kesehatan dapat merekomendasikan evaluasi pendengaran.

Apa yang harus dilakukan jika kemampuan bicara anak justru berkurang?

Kehilangan kata, gestur, atau kemampuan komunikasi yang sebelumnya sudah dimiliki perlu segera dibicarakan dengan dokter.

Apakah checklist milestone bisa mendiagnosis speech delay?

Tidak. CDC menegaskan checklist milestone bukan pengganti alat skrining perkembangan yang terstandar dan tervalidasi.

Share this Article
Reading: Anak Belum Lancar Bicara? Pantau 5 Pola Ini Sebelum Menyimpulkan Speech Delay