Jangan Hanya Menunggu: 5 Sinyal Perkembangan Bicara Anak yang Perlu Dicermati

Syafaria Hadyandari
7 Min Read
Ibu mengamati red flag speech delay dan perkembangan komunikasi anak
Ibu mengamati red flag speech delay dan perkembangan komunikasi anak

HALLOBUNDA.CO – Setiap anak berkembang dengan ritme yang berbeda. Ada yang cepat menambah kosakata, ada pula yang membutuhkan waktu lebih panjang. Karena itu, satu keterampilan yang belum muncul tidak otomatis berarti anak mengalami speech delay. Namun, ada pola komunikasi tertentu yang sebaiknya tidak hanya ditunggu. Mengenali red flag speech delay anak membantu Bunda mencatat perkembangan secara lebih objektif dan menentukan kapan perlu berdiskusi dengan tenaga profesional.

Red Flag Speech Delay Bukan Diagnosis

Istilah red flag digunakan sebagai tanda untuk memberi perhatian lebih, bukan sebagai diagnosis. American Speech-Language-Hearing Association (ASHA) menegaskan bahwa milestone komunikasi bukan alat diagnosis atau skrining. CDC juga menjelaskan milestone sebagai kemampuan yang dapat dilakukan sebagian besar anak pada usia tertentu dan menganjurkan orang tua bertindak lebih awal bila ada kekhawatiran. Jadi, yang penting bukan membandingkan si Kecil dengan anak lain, melainkan melihat pola kemampuan sesuai usia, perubahan dari waktu ke waktu, dan apakah ada keterampilan yang hilang.

Baca Juga  Hati-hati! Cuaca Panas di Indonesia, Bisa Sebabkan 4 Gangguan Kesehatan Lansia dan Anak

5 Sinyal Perkembangan Bicara dan Bahasa yang Perlu Dicermati

1. Respons terhadap suara atau panggilan terasa terbatas

Perkembangan bicara berkaitan erat dengan kemampuan mendengar dan merespons komunikasi. Bila Bunda sering merasa anak tidak menoleh terhadap suara, panggilan, atau percakapan di sekitarnya, catat situasinya dan sampaikan saat konsultasi. Evaluasi pendengaran dapat menjadi bagian penting ketika ada kekhawatiran tentang perkembangan bicara dan bahasa.

2. Pada sekitar 18 bulan, kata bermakna masih sangat sedikit

CDC mencantumkan bahwa pada usia 18 bulan sebagian besar anak mencoba mengucapkan tiga atau lebih kata selain panggilan untuk orang tua. Yang dilihat bukan kesempurnaan pengucapan, melainkan munculnya usaha menggunakan kata untuk berkomunikasi. Bila kemampuan ini belum terlihat, Bunda dapat membawa catatan contoh komunikasi anak saat berdiskusi dengan dokter.

Baca Juga  Anak Belum Lancar Bicara? Pantau 5 Pola Ini Sebelum Menyimpulkan Speech Delay

3. Menjelang usia 2 tahun, belum mulai menggabungkan dua kata

Pada usia 2 tahun, salah satu milestone komunikasi CDC adalah mengucapkan setidaknya dua kata bersama, misalnya untuk meminta sesuatu. Jika anak masih mengandalkan satu kata, suara, atau gestur tanpa mulai mengombinasikan kata, hal ini layak dibicarakan lebih lanjut—terutama bila disertai kekhawatiran lain.

Share this Article
Reading: Jangan Hanya Menunggu: 5 Sinyal Perkembangan Bicara Anak yang Perlu Dicermati