HALLOBUNDA.CO – Membaca buku bersama anak tidak harus berarti Bunda membaca dari halaman pertama sampai terakhir sementara si Kecil hanya mendengarkan. Saat anak menunjuk gambar, menirukan suara tokoh, bertanya “ini apa?”, atau malah ingin kembali ke halaman favorit, justru di situlah percakapan bisa dimulai. Membaca buku interaktif untuk anak mengubah buku menjadi ruang komunikasi dua arah: orang tua membaca, mengamati respons anak, memberi jeda, lalu menanggapi apa yang menarik perhatiannya.
Mengapa Membaca Bersama Sebaiknya Dua Arah?
Dalam shared interactive book reading, orang dewasa menggunakan buku untuk mengajak anak terlibat dengan cerita, gambar, dan percakapan. ASHA memasukkan read-aloud dan dialogic reading sebagai pendekatan membaca interaktif yang dapat menggunakan berbagai teknik untuk melibatkan anak. Penelitian juga menunjukkan strategi seperti perluasan respons, dan pertanyaan terbuka dapat mengubah cara caregiver berinteraksi saat membaca. Namun, hasil terhadap kemampuan bahasa anak dapat berbeda menurut program, durasi, dan karakteristik anak. Karena itu, anggap kegiatan ini sebagai kesempatan komunikasi yang rutin, bukan metode instan untuk membuat anak cepat bicara.
1. Biarkan Anak Memilih Bagian yang Menarik
Tidak masalah jika anak lebih tertarik pada gambar kucing daripada alur cerita. Ikuti fokusnya: “Iya, ada kucing. Kucingnya sedang apa?” Ketertarikan anak bisa menjadi pintu masuk untuk menambah kosakata tanpa membuat sesi membaca terasa seperti pelajaran.
2. Beri Jeda Sebelum Bunda Menjawab Sendiri
Setelah bertanya atau menunjuk gambar, tunggu beberapa detik. Anak mungkin menjawab dengan kata, bunyi, tatapan, atau menunjuk. Jeda memberi ruang agar ia mengambil giliran. Jika belum menjawab, Bunda dapat memberi model sederhana tanpa menekan: “Itu… bola.”
3. Gunakan Pertanyaan yang Bisa Berkembang
Selain “Ini apa?”, coba pertanyaan seperti “Menurut kamu, dia mau ke mana?” atau “Kenapa payungnya dibuka?” Untuk anak yang masih sedikit bicara, sederhanakan pilihan: “Kucingnya tidur atau makan?” Sesuaikan pertanyaan dengan kemampuan bahasa anak agar percakapan tetap menyenangkan.
4. Perluas Jawaban Anak Satu Langkah
Jika anak berkata “mobil”, Bunda dapat membalas, “Iya, mobil merah.” Jika ia berkata “kucing tidur”, lanjutkan, “Kucingnya tidur di kursi.” Teknik perluasan memberi contoh kalimat yang sedikit lebih kaya tanpa mengatakan bahwa jawaban anak salah.

Subscribe to my channel