HALLOBUNDA.CO – “Kenapa hujan turun?” “Kok es bisa mencair?” Pertanyaan yang terdengar berulang sering kali merupakan tanda anak sedang menyusun hubungan antara apa yang dilihat dan apa yang dipahaminya. Saat Bunda menanggapi dengan hangat, anak mendapat ruang untuk melatih pengamatan, bahasa, dan penalaran.
Menurut Harvard University, Center on the Developing Child, rasa ingin tahu bukan perlombaan siapa paling cepat tahu jawaban. Yang lebih berharga adalah proses mencari tahu: memperhatikan perubahan, membuat dugaan, mencoba, lalu memperbaiki pemahaman. Kegiatan ini mendukung perkembangan kognitif anak sekaligus membangun keberanian untuk belajar dari kesalahan.
7 cara mengasah rasa ingin tahu anak di rumah
1. Balas pertanyaan dengan pertanyaan terbuka
Ketika anak bertanya mengapa daun jatuh, coba respons, “Menurutmu, apa yang membuatnya bergerak?” Dengarkan jawabannya sebelum memberi penjelasan sederhana. Cara ini mengajak anak berpikir, bukan sekadar menghafal.
2. Sediakan waktu mengamati benda biasa
Ajak anak memperhatikan bayangan di dinding, bentuk awan, atau semut yang berjalan. Tanyakan apa yang berubah dan apa yang tetap sama. Tidak perlu langsung mengubah setiap pengamatan menjadi pelajaran formal.
3. Buat eksperimen air yang aman
Siapkan dua wadah, sendok, dan benda berukuran besar yang tidak mudah tertelan. Minta anak menebak benda mana yang mengapung. Setelah mencoba, bandingkan dugaan dengan hasilnya. Awasi terus aktivitas yang melibatkan air.
4. Gunakan permainan “bagaimana kalau”
Saat menyusun balok, tanyakan, “Bagaimana kalau balok besar diletakkan di atas?” Biarkan anak menguji idenya. Bangunan yang roboh menjadi kesempatan membicarakan sebab-akibat tanpa menyalahkan.

Subscribe to my channel