Bukan Cuma Durasi: 5 Cara Mendampingi Screen Time agar Anak Tetap Aktif Berpikir

Syafaria Hadyandari
5 Min Read
Orang tua mendampingi anak menonton video edukatif dan mengajak berdiskusi di rumah
Orang tua mendampingi anak menonton video edukatif dan mengajak berdiskusi di rumah

HALLOBUNDA.CO – Si Kecil duduk tenang menonton video. Apakah itu berarti ia sedang berkonsentrasi dengan baik? Belum tentu. Anak bisa tampak sangat terpaku pada tayangan, tetapi tetap membutuhkan latihan untuk mengarahkan perhatian saat membaca, bermain, atau mengikuti instruksi sehari-hari. Karena itu, pertanyaan pentingnya bukan hanya “berapa lama menonton?”, melainkan “apa yang ditonton dan bagaimana anak menggunakannya?”.

Apa Hubungan Screen Time dan Konsentrasi Anak?

American Academy of Pediatrics (AAP) menekankan bahwa pengaruh media digital dipengaruhi kualitas konten, konteks penggunaan, dan kebiasaan keluarga. Tayangan dapat memberi kesempatan belajar, tetapi fitur seperti autoplay dan konten yang terus berganti juga dapat membuat anak sulit berhenti. Penelitian tentang hubungan layar dan perhatian tidak berarti setiap anak yang menggunakan gadget pasti mengalami gangguan konsentrasi.

Baca Juga  Jengkel Jika si Kecil Meminta Macam-Macam Saat Belanja? Ini Dia 3 Ampuh Tips Hadapinya

WHO pun melihat kesehatan anak secara menyeluruh: waktu bergerak, tidur, bermain, dan kegiatan nonlayar tetap penting. Artinya, screen time perlu ditempatkan dalam keseimbangan aktivitas sehari-hari, bukan dinilai terpisah.

5 Cara Membuat Screen Time Lebih Bermakna

1. Pilih Konten Sesuai Usia dan Tujuan

Sebelum memutar video, periksa apakah cerita dapat dipahami anak, bebas dari materi yang tidak sesuai usia, dan punya tujuan yang jelas. Konten edukatif bukan sekadar yang memakai label “belajar”; perhatikan apakah anak bisa menghubungkannya dengan dunia nyata.

2. Sesekali Menonton Bersama, Bukan Hanya Mengawasi

Duduklah di dekat anak dan ajukan pertanyaan sederhana: “Menurutmu, tokohnya sedang mencari apa?” atau “Apa yang mungkin terjadi berikutnya?” Interaksi membantu mengubah pengalaman menonton menjadi percakapan, bukan hanya menerima gambar dan suara.

Baca Juga  Bukan Hanya Gadget: Cara Menata Lingkungan agar Fokus Anak Tidak Mudah Terpecah

3. Matikan Autoplay dan Kurangi Gangguan

Pilih tayangan sebelum sesi dimulai, matikan pemutaran otomatis bila memungkinkan, dan hindari notifikasi yang muncul terus-menerus. Anak lebih mudah memahami batas ketika satu video punya awal dan akhir yang jelas.

Share this Article
Reading: Bukan Cuma Durasi: 5 Cara Mendampingi Screen Time agar Anak Tetap Aktif Berpikir