HALLOBUNDA.CO – Bunda mungkin pernah melihat si Kecil lancar menyebutkan materi pada sore hari, tetapi kesulitan mengingatnya keesokan pagi. Hal ini tidak selalu berarti ia kurang berusaha. Belajar dan mengingat dipengaruhi banyak hal, termasuk perhatian, pengulangan, suasana emosional, serta tidur yang cukup.
Apa Hubungan Tidur dan Memori Anak?
Menurut CDC, memori bekerja melalui beberapa tahap: menerima informasi, menyimpannya, lalu memanggilnya kembali. Penelitian tentang tidur menunjukkan bahwa proses konsolidasi memori—penguatan jejak ingatan setelah belajar—berkaitan dengan aktivitas otak selama tidur. Karena itu, tidur menjadi salah satu bagian penting dari rutinitas belajar anak, bukan pengganti latihan atau pengulangan.
Kurang tidur juga dapat membuat anak lebih mengantuk, mudah tersinggung, dan kesulitan mempertahankan perhatian. Saat perhatian terganggu, informasi baru pun lebih sulit dipelajari. Namun, tidak ada satu kebiasaan malam yang dapat menjamin anak langsung memiliki daya ingat lebih kuat.
6 Kebiasaan Malam untuk Mendukung Daya Ingat Anak
1. Tetapkan jam tidur dan bangun yang konsisten
Usahakan jadwal tidur tidak berubah jauh antara hari sekolah dan akhir pekan. Rutinitas yang dapat diprediksi membantu tubuh mengenali waktu istirahat.
2. Beri jeda tenang setelah belajar
Setelah mengerjakan tugas, ajak anak merapikan buku, mengobrol ringan, atau membaca cerita. Hindari menjadikan menit terakhir sebelum tidur sebagai sesi menghafal yang penuh tekanan.
3. Kurangi paparan layar menjelang tidur
Buat kesepakatan keluarga untuk menghentikan gim dan video sebelum waktu tidur. Aktivitas yang menarik atau membuat anak terjaga bisa menyulitkan proses menenangkan diri.

Subscribe to my channel