Bukan Cuma Durasi: 5 Kebiasaan Screen Time yang Bisa Mengganggu Fokus Anak

Syafaria Hadyandari
7 Min Read
Anak menggunakan tablet di meja belajar dengan pendampingan orang tua untuk mengatur screen time dan konsentrasi.
Young Asian family and daughter happy using tablet at home. Japanese mother, father relax with little girl watching movie lying on sofa in living room. Funny parent and lovely child are having fun.

HALLOBUNDA.CO – Anak dapat menggunakan layar untuk belajar, video call, membuat karya, bermain gim, atau menonton hiburan. Karena fungsinya berbeda, dua sesi screen time dengan durasi sama belum tentu memberi pengalaman yang sama. American Academy of Pediatrics (AAP) pada panduan Family Media Plan yang diperbarui pada 2026 mendorong keluarga membuat aturan media sesuai rutinitas dan kebutuhan, termasuk zona bebas layar saat mengerjakan tugas dan sebelum tidur.

Karena itu, ketika anak tampak mudah terdistraksi, pertanyaannya bukan hanya “berapa jam pegang gadget?”, tetapi juga “kapan layar digunakan, untuk apa, dan apa yang menjadi berkurang karena layar?”

Baca Juga  Tren Parenting 2026: Screen-smart Kids, Bukan Screen-free Saja

Screen Time dan Konsentrasi Anak: Apa yang Perlu Dilihat?

Konsentrasi dipengaruhi banyak hal: tidur, kondisi emosi, aktivitas fisik, nutrisi, tingkat kesulitan tugas, lingkungan, dan kebiasaan digital. Layar bukan satu-satunya penyebab anak sulit fokus. Namun pola penggunaan tertentu dapat membuat lingkungan belajar lebih penuh distraksi atau mengambil waktu dari aktivitas yang mendukung kesiapan belajar.

5 Kebiasaan Screen Time yang Perlu Dicek

1. Layar Tetap Menyala Saat Anak Mengerjakan Tugas

Televisi di latar belakang, ponsel di meja, atau tab video yang tetap terbuka memberi lebih banyak stimulus untuk dipilih. Saat tugas membutuhkan perhatian, buat area belajar sebagai zona satu aktivitas. AAP juga menyarankan aturan “one screen at a time” dan mematikan perangkat yang tidak digunakan untuk mengurangi distraksi.

Baca Juga  Anak Sulit Fokus Setelah Main Gadget? Coba Bantu dengan Jeda Transisi Ini

2. Notifikasi dan Autoplay Dibiarkan Aktif

Notifikasi memotong aktivitas, sedangkan autoplay membuat konten berikutnya muncul tanpa keputusan baru dari anak. Matikan notifikasi yang tidak penting dan autoplay pada perangkat anak. Langkah kecil ini mengubah layar dari sesuatu yang terus “memanggil” menjadi alat yang digunakan saat memang dibutuhkan.

3. Anak Membuka Layar Tanpa Tujuan yang Jelas

Kebiasaan membuka aplikasi hanya karena bosan dapat membuat screen time meluas tanpa disadari. Sebelum mulai, biasakan pertanyaan sederhana: “Mau pakai layar untuk apa?” Tujuan bisa konkret: menonton satu episode, mencari referensi tugas, video call, atau bermain gim dalam waktu yang disepakati.

Share this Article
Reading: Bukan Cuma Durasi: 5 Kebiasaan Screen Time yang Bisa Mengganggu Fokus Anak