HALLOBUNDA.CO – Anak dapat menggunakan layar untuk belajar, video call, membuat karya, bermain gim, atau menonton hiburan. Karena fungsinya berbeda, dua sesi screen time dengan durasi sama belum tentu memberi pengalaman yang sama. American Academy of Pediatrics (AAP) pada panduan Family Media Plan yang diperbarui pada 2026 mendorong keluarga membuat aturan media sesuai rutinitas dan kebutuhan, termasuk zona bebas layar saat mengerjakan tugas dan sebelum tidur.
Karena itu, ketika anak tampak mudah terdistraksi, pertanyaannya bukan hanya “berapa jam pegang gadget?”, tetapi juga “kapan layar digunakan, untuk apa, dan apa yang menjadi berkurang karena layar?”
Screen Time dan Konsentrasi Anak: Apa yang Perlu Dilihat?
Konsentrasi dipengaruhi banyak hal: tidur, kondisi emosi, aktivitas fisik, nutrisi, tingkat kesulitan tugas, lingkungan, dan kebiasaan digital. Layar bukan satu-satunya penyebab anak sulit fokus. Namun pola penggunaan tertentu dapat membuat lingkungan belajar lebih penuh distraksi atau mengambil waktu dari aktivitas yang mendukung kesiapan belajar.
5 Kebiasaan Screen Time yang Perlu Dicek
1. Layar Tetap Menyala Saat Anak Mengerjakan Tugas
Televisi di latar belakang, ponsel di meja, atau tab video yang tetap terbuka memberi lebih banyak stimulus untuk dipilih. Saat tugas membutuhkan perhatian, buat area belajar sebagai zona satu aktivitas. AAP juga menyarankan aturan “one screen at a time” dan mematikan perangkat yang tidak digunakan untuk mengurangi distraksi.
2. Notifikasi dan Autoplay Dibiarkan Aktif
Notifikasi memotong aktivitas, sedangkan autoplay membuat konten berikutnya muncul tanpa keputusan baru dari anak. Matikan notifikasi yang tidak penting dan autoplay pada perangkat anak. Langkah kecil ini mengubah layar dari sesuatu yang terus “memanggil” menjadi alat yang digunakan saat memang dibutuhkan.
3. Anak Membuka Layar Tanpa Tujuan yang Jelas
Kebiasaan membuka aplikasi hanya karena bosan dapat membuat screen time meluas tanpa disadari. Sebelum mulai, biasakan pertanyaan sederhana: “Mau pakai layar untuk apa?” Tujuan bisa konkret: menonton satu episode, mencari referensi tugas, video call, atau bermain gim dalam waktu yang disepakati.

Subscribe to my channel