3. Endometriosis
Endometriosis juga dapat menjadi penyebab sulit hamil. Endometriosis merupakan kondisi ketika jaringan yang melapisi rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim.
Diperkirakan sekitar 50% wanita yang menderita endometriosis akan sulit hamil.
Saat menstruasi, endometriosis dapat menyebabkan kram yang sangat menyakitkan, volume darah yang keluar banyak, durasi menstruasi yang lama, dan mual.
Selain itu, endometriosis juga dapat menyebabkan masalah pada usus dan kandung kemih, serta nyeri saat berhubungan seks.
4. Bentuk Rahim Abnormal
Kelainan bentuk rahim juga bisa menjadi penyebab sulit hamil. Rahim yang bentuknya abnormal atau tidak beraturan dapat menyulitkan sel telur yang telah dibuahi untuk menempel pada dinding rahim.
Kondisi tersebut dapat terbentuk secara alami atau disebabkan oleh fibroid rahim (miom) dan jaringan parut akibat pembedahan atau infeksi.
5. Infertilitas pada Pria
Tak hanya disebabkan oleh gangguan pada tubuh wanita, kondisi sulit hamil juga bisa disebabkan oleh ketidaksuburan atau infertilitas pada pria.
Bahkan, lebih dari 30 persen kasus susah hamil diperkirakan disebabkan oleh masalah pada pria, seperti:
- Jumlah sperma sedikit
- Pergerakan sperma rendah
- Bentuk sperma abnormal
- Tabung vans deferens tersumbat
- Disfungsi ereksi
Infertilitas pada pria dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya faktor bawaan atau genetik, penyakit tertentu seperti diabetes, masalah psikologis, hingga pola hidup tidak sehat.
6. Usia
Wanita yang berusia di atas 35 tahun dan pria yang berumur lebih dari 40 tahun membutuh waktu lebih lama untuk memiliki anak.
Pada wanita, usia yang semakin bertambah akan mengurangi kualitas dan kuantitas sel telur. Sedangkan pada pria, pertambahan umur akan menurunkan kualitas dan kuantitas sel sperma.
7. Kondisi lainnya
Beberapa kondisi medis tertentu dapat menyebabkan infertilitas pada pria dan wanita, misalnya ketidakseimbangan hormon tiroid, vaginismus, obesitas, malnutrisi atau kurang gizi, penyakit autoimun seperti lupus, dan penyakit menular seksual.
Selain itu, masalah psikologis seperti stres berat, depresi, dan gangguan cemas juga bisa menjadi hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi sulit hamil.***