Kejadian yang sama juga dialami oleh VC saat dirinya pindah ke rumah temannya yang berada di wilayah Jember.
Begitulah kisah pilu seorang anak yang harus dikucilkan dan harus rela diusir sana-sini oleh warga lantaran takut tertular HIV.
Namun, apakah Bunda dan Ayah sudah mengetahui bagaimana penyakit tersebut bisa menularkan kepada semua orang.
Dikutip dari laman HIV.gov, orang dapat tertular virus tersebut setelah melakukan kontak langsung dengan cairan tubuh dari para pengidap.
Penularan bisa terjadi saat virus tersebut dalam cairan tubuh di atas masuk ke aliran darah orang lain lewat selaput lendir.
Selaput lendir berada di anus, vagina, ujung penis, mulut, luka terbuka, atau lewat lubang suntikan.
Pengidap virus tersebut yang rutin minum obat ARV setiap hari sesuai resep dokter dapat mempertahankan viral load yang tidak terdeteksi, sehingga risiko penularan bisa ditekan.
Namun yang harus diketahui untuk masyarakat jangan langsung mengucilkan orang yang menderita virus tersebut.
Orang-orang tersebut seharusnya justru diberi motivasi agar dirinya mau berjuang untuk hidup meskipun menjadi pengidap HIV.
Maka dari itu, Bunda dan Ayah harus mengetahui apa saja yang bisa menyebabkan penularan virus tersebut.
5 Cara Penularan HIV

Dikutip dari situs CDV.gov, terdapat beberapa celah dari penularan HIV yang perlu Bunda atau Ayah waspadai, di antaranya:
1. Menggunakan Jarum Suntik yang Tidak Steril
Penggunaan jarum suntik dan alat injeksi lain yang tak steril setelah digunakan oleh para pengidap tidak terkontrol bisa jadi salah satu cara penularan.
Risiko ini bisa muncul dari narkoba suntik, tato, atau tindik badan.