2. Ibu ke Bayi Selama Kehamilan Sampai Menyusui
Penularan tersebut bisa terjadi dari ibu ke janin dalam kandungan juga bisa terjadi selama masa kehamilan, persalinan, atau menyusui.
Namun risiko penularan ini bisa dicegah asalkan ibu hamil dengan HIV/AIDS minum obat ARV dengan rutin selama masa kehamilan sampai menyusui.
3. Melakukan Hubungan Seks
Seseorang juga bisa tertular penyakit tersebut jika melakukan hubungan seks tanpa menggunakan kondom dengan pengidap.
Apalagi jika melakukan hubungan intim dengan seseorang yang sudah positif namun tak terkontrol, hal tersebut akan tertular dengan cepat.
4. Digigit
Kendati terbilang sangat jarang, digigit oleh pengidap virus tersebut yang penyakitnya tak terkontrol sampai berdarah dan ada luka robek bisa menjadi salah satu cara penularan.
Tapi ingat, tidak ada risiko penularan jika kondisi kulit yang digigit tidak terluka atau mengeluarkan darah.
5. Berciuman saat Sedang Sariawan, Gusi Berdarah, dan Sakit Gigi
Seperti digigit, berciuman di mulut dengan penderita yang penyakitnya tak terkontrol saat sedang sariawan, gusi berdarah, dan sakit gigi di dalam mulut juga bisa meningkatkan risiko penularan.
Namun, harus diingat HIV tidak akan menular apabila ciuman dilakukan dalam kondisi mulut yang sehat.
Jadi seperti itu Bunda, jika hanya berbincang-bincang saja tanpa tanpa melakukan hal tersebut maka tak akan terjadi penularan.
Sehingga ketika ada penderita HIV di lingkungan kita, tidak perlu untuk mengusir mereka, karena penularan tidak dapat dilakukan hanya karena berada di dekatnya.***