Bocah yang baru berusia 7 tahun itu dijadwalkan lebih dulu untuk menjalani operasi sekitar pukul 12.00 WIB.
Sementara sang kakak yang baru berusia 9 tahun itu menyusul di hari yang sama, setelah sang adik selesai.
Hal mengejutkan pun terjadi, bocah yang berinisial A itu setelah selesai menjalani operasi amandel, kondisi kesehatannya pun berangsur memburuk.
Namun hal mengejutkan ini berbanding dengan sang kakak yang tidak terjadi apa-apa setelah melakukan operasi amandel.
Lelaki yang berinisial A itu setelah menjalani operasi mengalami gagal nafas dan jantung.
Dokter anatesi pun sempat memberikan tindakan berupa resusitasi jantung dan memasangkan ventilator kepada A.
Menyedihkannya tak lama setelah kejadian menegangkan terjadi, kondisi kesadaran A semakin menurun bahkan mengalami koma.
Dokter pun langsung mengdiagnosis bahwa bocah yang baru berusia 7 tahun itu mengalami mati batang otak.
Setelah kejadian tersebut, Albert tak tinggal diam begitu saja, setelah sang buah hatinya menjadi korban malapraktik.
Dirinya pun sempat mempertanyakan penyebab anaknya yang mengalami mati batang otak.
Namun, dari pihak rumah sakit pun tak pernah memberikan keterangan kepada Albert Prancis.
Penasihat hukum orang tua pasien, Cahaya Christmanto mengaku telah berkoordinasi dengan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada tanggal (02/10/2023), atas adanya korban malapraktik di RS Bekasi itu.
“Saya mendapatkan surat kuasa dari Albert di mana beliau adalah orang tua dari korban yang diduga ada tindak pidana malapraktik baik itu kelalaian,” ucap Cahaya.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Ditreskrimsus Polda Metro bahwa perkara ini akan diutamakan dan akan segera diselidiki lantaran sifat yang urgent,” sambungnya.
Jika Bunda dan Ayah melihat kejadian di atas, maka dari itu orang tua harus lebih hati-hati lagi saat sang buah hati ingin melakukan operasi.
Sebenarnya ada beberapa cara untuk mengobati amandel pada sang buah hati yang bisa dilakukan di rumah, jika penyakit belum terlalu parah.