“Dia memohon untuk tetap tinggal di Eropa agar bisa main di klub sepak bola profesional di sana. Sejujurnya bulan ini adalah ujian kecil untuk melihat bagaimana usaha dan dia tampil dengan luar biasa,” tutur Jennifer.
Postingan itu langsung dibanjiri komentar netizen yang juga bangga dengan pencapaian Kenji di usianya yang terbilang masih muda.
Mereka juga kagum dengan kepercayaan yang telah diberikan oleh Jennifer dan Irfan kepada putranya itu.
5 Cara Mengajarkan Anak Menjadi Pemberani

Dikutip HALLOBUNDA.CO dari situs PBS for Parents, keberanian perlu dilatih pada anak sejak dini untuk mengelola kemampuan emosionalnya.
Untuk jadi seorang pemberani, anak-anak perlu belajar mentolerir perasaan takut dan tidak membiarkan rasa takut menahan mereka bertindak.
Jika rasa takut menguasainya, mereka akan kehilangan pengalaman dan kesempatan untuk belajar.
Berikut cara mendidik anak menjadi pemberani, yang bisa Bunda dan Ayah tiru, di antaranya:
1. Berikan Dukungan
Mendidik anak menjadi pemberani tidak bisa terjadi secara instan. Sebagai tahap awal, Bunda bisa memberi dukungan melalui beberapa cara yang sederhana.
Misalnya ketika si Kecil mulai tertarik pada taekwondo, namun ia masih takut memulainya, cobalah ajak anak untuk setidaknya pergi ke tempat latihan lebih dahulu.
Dengan mendidik anak menjadi pemberani ini, Bunda memberi kesempatan bagi anak untuk bisa melihat seperti apa situasi latihan taekwondo, sehingga ia tidak menyerah begitu saja.
2. Tunjukkan Apa Itu Berani
Jika Bunda ingin si Kecil berani, sebagai orang tua, pastinya pun harus berani juga.
Umumnya, anak-anak memiliki karakter yang secara tidak sadar dibentuk karena mencontoh orang tuanya.
Agar anak jadi berani, Bunda pun harus mendidik diri sendiri dulu untuk jadi berani.
Misalnya, berani menegur seseorang yang membuang sampah sembarangan, atau berani membantu seorang nenek menyebrang jalan.
Dengan melihat contoh, anak-anak biasanya akan lebih mudah terdidik dan efektif sebagai salah satu cara mendidik anak menjadi pemberani.