Orang tua mana yang tak emosi jika sang buah hatinya mendapatkan perilaku seperti itu, setelah mendengar pengakuan anaknya, orang tua langsung mengambil tindakan.
Sang ibundanya pun langsung menghubungi ke kepala sekolah pada (04/11/2023), namun jawaban dari pihak sekolah tampaknya kurang memuaskan.
Tak mau menyerah begitu saja, pada (08/11/2023), situasi semakin serius ketika orang tua korban menemukan fakta lain yang lebih mendalam mengenai perlakuan yang diterima anaknya yang dicabuli.
Hal ini mendorong mereka untuk mengambil langkah lebih lanjut dengan mengunjungi PPA Kota Pekanbaru pada 20 November untuk mencari bantuan.
Kasus ini berlanjut dengan serangkaian kunjungan dan pertemuan dengan berbagai pihak, termasuk sekolah, yayasan, dan PPA.
Pada (29/12/2023), untuk pertama kalinya media orang tua korban bertemu dengan orang tua teman kelasnya di PPA.
Di situlah telah terbukti semuanya, jika teman sekelasnya itu mengakui apa yang telah diperbuatnya kepada korban.
Lalu nantinya akan dihubungi kembali untuk menandatangani surat perdamaian, yang di dalam suratntya tidak ada pertanggung jawaban untuk berobat.
Kesekian kalinya dikabari PPA agar datang dan menandatangani surat perdamaian, orang tua korban datang membawa pengacara.
Hal tersebut dilakukan lantaran pihak keluarga takut untuk menandatangani perjanjian itu.
Ternyata, PPA akan memutus layanan jika membawa orang ketiga, hal itu tidak diketahui oleh ayah korban.
Belum ada hasil yang memuaskan, bahkan setelah kejadian ini sudah viral di media sosial. Dinas pendidikan kota Pekanbaru baru mulai mengambil langkah.
Hingga saat ini, ayah beserta ibu korban hanya ingin pertanggung jawaban dari pihak sekolah dan orang tua teman anak kelasnya untuk menyehatkan mental anaknya.
Kasus yang tak senonoh ini menyoroti pengawasan dan pendidikan yang lebih baik di lingkungan sekolah.
Khususnya terkait dengan keselamatan dan perlindungan anak, dimana pun berada.
Kasus siswa TK yang dicabuli temannya ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih proaktif dalam menangani dan mencegah kejadian serupa di masa yang akan datang.