Lebih dari seratus wanita melahirkan setiap harinya di tengah serangan yang terus dilancarkan oleh Israel.
Partai Demokrat sudah sejak awal menyerukan agar terjadinya gencatan senjata, untuk mengakhiri peperangan tersebut.
“Namun sekarang yang menjadi sasaran Israel adalah warga yang tak ada hubungannya dengan Hamas,” ujar Israel dengan nada yang tegas.
“Kita harus mengedepankan Hak Asasi Manusia saat ini, hukum internasional dan moral kemanusiaan,” sambungnya.
Terlihat juga dari unggahan video tersebut, Laurel dengan rasa menggebu-gebu ingin segera mengakhiri peperangan dengan adanya gencatan senjata.
“Ada empat ribu anak sekarang sudah terbunuh sejak awal penyerangan Israel,” ujar Laurel.
“Pimpinan! berapa banyak lagi bayi yang harus mati sebelum pemerintah kita menyerukan gencatan senjata,” sambungnya sambil menyindir pemerintahan.
Banyak yang mendukung pernyataan yang telah dilontarkan oleh Laurel Collins, terlihat dari kolom komentar unggahan tersebut.
“Beautiful Soul,” tulis akun @yuviinamali.
“Thank you and to your baby for showing up your humanity, much love and respect,” tulis akun lainnya @rachida.
“Anyone with a voice we need you to shout out loud for Palestine,” tulis netizen @roosje.
Belum lama ini, Justin Tredau sebagai Perdana Menteri Kanada, melakukan kesalahan saat sedang konferensi pers.
Justin sempat salah ucap saat akan mengungkapkan gencatan senjata, namun dirinya cepat mengubah kata tersebut menjadi sebuah jeda kemanusiaan.
Video yang sudah beredar luas tersebut diunggah oleh akun TikTok @trtworld, video tersebut diambil saat Justin sedang melakukan konferensi pers sesudah bertemu dengan Joe Biden, Presiden AS.